Berita

ustaz Bachtiar Nasir dan ustadz Zaitun Rasmin/MIUMI

Politik

Umat Islam Jangan Golput, Pilihlah Paslon Yang Berpihak Umat Dan Bangsa

RABU, 30 JANUARI 2019 | 17:36 WIB | LAPORAN:

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengimbau umat Islam agar berpartisipasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

MIUMI meminta masyarakat, khususnya umat Islam agar tidak golput, tapi menggunakan hak pilihnya dengan baik.

"Jangan mau lagi dijadikan sekadar pemanis saat Pemilu raya. Atau, pendorong mobil mogok, setelah Pemilu malah ditinggalkan," ujar Sekretaris Jenderal MIUMI, ustaz Bachtiar Nasir (UBN) dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.


Umat Islam sebagai pemilih terbesar, menurut UBN, sangat menentukan nasib umat dan bangsa dalam Pilpres, Pileg dan Pemilihan DPDRI pada 17 April 2019 nanti.

"Jadi jangan sampai kita hanya dibutuhkan ketika pesta demokrasi saja. Pilihlah calon yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa," pesan dia.

Umat Islam juga diminta untuk tidak memilih pribadi, kelompok atau organisasi yang anti Islam dan tidak memperhatikan kepentingan umat.
 
"Kita harus cerdas menentukan pilihan, jangan sampai salah pilih," sambungnya.

Komunitas cendekiawan dan ulama muda yang berfokus pada ilmu itu mengajak semua umat Islam agar menjaga persaudaraan dan persatuan.

"Kami mengajak semua umat Islam agar menjaga persaudaraan dan persatuan atas dasar sesama muslim dan sesama bangsa. Jangan pecah belah karena masalah politik,"jelasnya.

Jangan juga, kata UBN, saling menyerang sesama muslim hanya karena berbeda pilihan. Apalagi sampai menyerang ulama, lembaga keulamaan, ormas Islam dan lembaga Islam manapun.

"Junjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana yang diajarkan Alquan dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam," serunya

Wakil Ketua MIUMI, ustadz Zaitun Rasmin mengingatkan ada tiga kerangka dasar Islam yaitu aqidah, syariat, dan akhlaq yang telah menjadi sendi bangsa dan NKRI sejak awal berdirinya. Bahkan, menjadi bagian tak terpisahkan dari Pancasila dan UUD 1945.

"Karenanya kami menolak narasi pemisahan agama dan politik, karena Islam sudah menjadi dalam kehidupan berbangsa dan negara," ujar ustadz Zaitun, menekankan.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya