Berita

Politik

Tabloid Indonesia Barokah Salah Alamat, Harusnya Bukan Menyasar Pemilih Loyal

RABU, 30 JANUARI 2019 | 14:50 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Tabloid Indonesia Barokah yang isinya dianggap menyudutkan salah satu paslon sebagai bagian mempengaruhi swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan.

Begitu pandangan Direktur New Media Watch, Agus Sudibyo dalam diskusi media bertema "Indonesia Barokah Karya Jurnalistik atau Media Opini" di Hotel Peninsula, Jakarta, Rabu (30/1).

"Kita bisa lihat Prabowo maupun Jokowi sampai saat ini belum ada yang elektabilitasnya sampai 50 persen plus 1. Jadi harus merebut pemilih galau," kata Agus.


Dari hasil survei, tambah Agus, rata-rata pemilih yang belum menentukan pilihanya yakni generasi milenial yang jumlahnya sekitar 80 juta orang.

Menurutnya, salah metode orang di balik tabloid itu jika ingin mempengaruhi swing voters yang didominasi oleh generasi milenial lewat media print.

"Ini kembali pada media print (media cetak) ketika mestinya yang diintensifkan kampanye melalui new media (sosial media)," ujar Agus.

Anomali lain, yakni disebarkan ke masjid-masjid, pondok pesantren ataupun majelis taklim. Menurut Agus, hal ini tidak tepat lantaran dalam survei segmen pemilih berbasis mejelis taklim sangat sulit diubah.

"Ini merupakan pemilih loyal. Sulit diubah dengan tabloid seperti ini. Kenapa justru kampanyenya masuk ke dalam kelompok yang pilihan politiknya spesifik dan sulit diubah. Harusnya bukan pemilih loyal itu, tapi pemilih galau," pungkas. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya