Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Hasil Survei Puskaptis Mirip Internal BPN Prabowo-Sandi, Februari Ungguli Paslon 01

RABU, 30 JANUARI 2019 | 08:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengakui ada kemiripan hasil survei terbaru lembaga Puskaptis dengan internalnya mengenai tingkat keterpilihan atau elektabilitas paangan calon dalam Pemilu Presien 2019.

Dalam hasil survei Puskaptis, pasangan calon (paslon) Joko Widodo-Maruf Amin hanya terpaut unggul 4,1 persen dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Survei itu agak ada kemiripan dengan survei internal kami, artinya bagi kami survei tersebut mendekati kepercayaan publik dan survei itu dilakukan dengan cara yang benar," ujar Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, sesaat lalu (Rabu, 30/1).


Elektabilitas paslon Jokowi-Maruf 45,9 persen, sementara Prabowo-Sandi mencapai 41,8 persen. Adapun, untuk responden yang belum menentukan pilihan sebesar 12,3 persen.

Menurut Ferdinand, perolehan itu menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan diprediksi bisa melampaui paslon nomor urut 01 pada Februari mendatang.

"Iya, jarak elektabilitas Prabowo dengan Jokowi semakin dekat. Yaa Februari nanti pertengahan atau akhir, elektabilitas kami sudah menyalip Jokowi-Ma'ruf dan kami unggul di atas 55 persen lah," kata Ferdinand.

Lebih lanjut, Jubir BPN ini meyakini simpati publik kepada Prabowo-Sandi semakin menguat dan hasil survei tersebut perwujudan rakyat yang menginginkan perubahan.

"Ini bukti betapa besar arus perubahan yang tumbuh di tengah masyarakat. Ini buah kerja keras rakyat dan akan terus tumbuh. Kami saat ini berada di jalur yang benar," pungkasnya. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya