Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Jokowi Tidak Paham, Kasus Dhani Bisa Turunkan Elektabilitasnya

RABU, 30 JANUARI 2019 | 00:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus hukum yang menimpa musisi Ahmad Dhani berpotensi menggerus elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo.

Pernyataan itu beberapa kali dilontarkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah usai Dhani mendapat vonis 1,5 bulan penjara atas kasus ujaran kebencian.

Fahri beralasan bahwa Jokowi terlalu menikmati kehadiran UU ITE yang banyak menahan para pengkritiknya. Mantan gubernur DKI Jakarta itu, kata Fahri bahkan tidak menggubris desakan publik agar UU tersebut direvisi.


"Ya Pak Jokowi menikmati. Karena ini (UU ITE) semua kan banyak yang ngeritik dia, tapi dinikmati. Ya saya mohon maaf, Pak Jokowi kelihatannya nggak paham," ujar Fahri di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1).

Dia yakin elektabilitas Jokowi semakin tergerus dengan vonis yang dijatuhkan pada Ahmad Dhani. Apalagi, sebelum kasus tersebut, banyak kasus lain yang juga muncul dan berimplikasi negatif untuk Jokowi.

"Dari tabloid Indonesia Barokah, Abu Bakar Baasyir, sekarang Ahmad Dhani, kayaknya tuh terus menerus, nanti dia akan bikin lagi, ini masih ada 78 hari lagi kan. Dia bikin sampai elektabilitasnya tinggal 20 persen," tutur Legislator asal Sumbawa itu.

Bagi mantan aktivis 98 itu, kasus hukum yang dialami musisi Ahmad Dhani tidak relevan dengan tudingan telah melakukan ujaran kebencian.

"Dhani menulis status di medsosnya kan 'Di Indonesia ini penista agama itu layak diludahi wajahnya.' Artinya penista agama kan kejahatan dan ada UU-nya, korupsi pun kejahatan, terorisme pun kejahatan. Nanti kalau ada orang bilang 'pelaku pembunuhan layak diludahi' itu nanti kita jadi tersangka, kan bahaya," tutur Fahri.

Lebih lanjut, Fahri menduga presiden Jokowi sedang digembosi oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya.

"Pak Jokowi itu seperti sedang dijatuhkan perlahan-lahan secara sistematis supaya elektabilitasnya turun terus menerus oleh orang-orang di sekitarnya. Atau upaya melucuti presiden Jokowi," demikian Fahri. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya