Berita

Politik

Tim Advokasi Prabowo-Sandi Laporkan Wasekjen PKPI Ke Bawaslu DKI

SELASA, 29 JANUARI 2019 | 19:06 WIB | LAPORAN:

. Badan Pemenangan Provinsi DKI Jakarta Prabowo-Sandi melaporkan Wakil Sekretaris Jenderal PKPI Verry Surya Hendrawan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI.

Tim Advokasi BPP DKI Prabowo-Sandiaga, Anre Satria Akbar mengatakan, pihaknya menduga adanya pelanggaran pemilu yang dilakukan dalam pernyataan Verry di salah satu media online yang mendeskreditkan paslon 02 Prabowo-Sandi.

"Kami laporkan Wakil Sekretaris Paslon 01 Verry terkait statement yang dimuat salah satu media online. Intinya statementnya adalah menghina atau memojokan capres 02. Kami laporkan tekait pasal 280 UU (7/2018) junto pasal 510 UU (7/2017) tentang Pemilu," ujar Anre di kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (29/1).


Rencananya, laporan yang diterima Bawaslu DKI akan diproses selama tiga hari ke depan.

"Kira-kira tiga hari kerja proses," jelas Anre.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hasyim Djojohadikusumo menyebut siap menerima dukungan dari mana pun, termasuk keturunan PKI. Terkait itu, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan mengaku prihatin.

Yang menjadi persoalan adalah, pernyataan Verry yang menyatakan paslon 02 Prabowo-Sandi mendapat dukungan dari manapun, asal memenangkan kontestasi pemilu.

"Kami prihatin, karena hal ini menunjukkan kepanikan yang luar biasa dari BPN. Keinginan untuk harus memenangkan kontestasi Pilpres, telah menutup akal sehat," ujar Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, Senin (28/1) kemarin.
 
Anre menegaskan bahwa menerima dukungan dari manapun adalah sah.

"Pernyataan Pak Hasyim Djojohadikusumo yang menyatakan Prabowo siap terima dukungan dari manapun, termasuk eks PKI, anak PKI, tidak ada salahnya," katanya.

"Jadi apa yang dilakukan bapaknya itu tidak serta merta turun ke anaknya. Sah-sah saja ketika kita menerima dukungan dari manapun," ujar Anre menambahkan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya