Berita

Foto/Net

Politik

Minta Jatah 10 Menteri, Cak Imin Kekanak-kanakan

SELASA, 29 JANUARI 2019 | 18:03 WIB | LAPORAN:

Ulah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta jatah 10 kursi menteri di pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin menjadi bentuk nyata sifat kekanak-kanakan.

Pengamat politik Bin Firman Tresnadi mengatakan, meski hanya dianggap sebagai kelakar, pernyataan Cak Imin bisa menimbulkan perpecahan di tubuh koalisi pengusung Jokowi-Maruf.

"Karena logikanya jatah menteri baru bisa dinilai dari hasil perolehan suara partai-partai," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/1).


Menurut Bin Firman, sudah menjadi rahasia umum kalau salah satu tujuan dari partai yang tergabung dalam koalisi adalah untuk mendapatkan jatah kekuasaan.

Namun pada dasarnya, masyarakat awam pun memiliki standar tersendiri untuk sosok yang menempati posisi menteri. Standar itu adalah seorang yang memiliki kompetensi di bidangnya dan keberanian untuk mengambil kebijakan tidak populer namun baik untuk kepentingan rakyat

"Salah satu contoh menteri yang diharapkan rakyat seperti Susi Pudjiastuti atau Rizal Ramli saat beliau menjabat menteri," bebernya.

Sementara itu, meski sudah lebih dari empat tahun menjabat, tidak satu pun menteri yang berasal dari PKB menunjukkan prestasi membanggakan. Kinerja Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, dan Menristek Dikti M. Nasir terllihat biasa saja.

"Bahkan menpora harus berurusan dengan KPK. Makanya apa yang disampaikan oleh Cak Imin ini sebenarnya menunjukkan arogansi dan sifat kekanak-kanakan dalam berpolitik," tegas Bin Firman yang juga direktur eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM). [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya