Berita

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Lucu, Cak Imin Minta Jatah 10 Menteri Di Tengah Jalan

PKB Ancam Kesolidan Koalisi
SELASA, 29 JANUARI 2019 | 17:53 WIB | LAPORAN:

. Langkah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar bisa mengancam kesolidan partai pengusung Jokowi-Maruf yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, langkah Cak Imin yang berharap mendapatkan jatah 10 kursi menteri jika menag Pilpres bakal mendorong partai koalisi untuk melakukan hal yang sama.

"Tentu akan berbahaya (bagi kesolidan KIK). Karena nantinya masing-masing partai koalisi minta jatah menteri banyak-banyak," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/1).


Agar koalisi tidak pecah, lanjut Ujang, pembagian jatah menteri dilakukan sesuai dengan proporsi perolehan suara Pemilu 2019 nanti atau berdasarkan kesepakatan awal ketika hendak berkoalisi.

"Minta 10 menteri di tengah jalan lucu saja. Kecuali PKB-nya mendapatkan 25 persen suara pemilih baru rasional. Kan koalisi Jokowi bukan hanya PKB," tegasnya.

Lebih lanjut, Ujang meminta jatah kursi menteri yang banyak bukan hanya membahayakan kesolidan KIK, melainkan membahayakan sistem pemerintahan yang dianut yaitu sistem presidensial.

"Harus diingat, jika kita konsisten dengan sistem presidensial, maka biarlah presiden yang akan menentukan siapa yang akan menjadi menteri. Termasuk berapa jumlah menteri yang diberikan ke PKB dan partai koalisi lainnya," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya