Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Gairah Memilih Di Pemilu 2019 Menurun

SELASA, 29 JANUARI 2019 | 16:31 WIB | LAPORAN:

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memperkirakan angka pengguna hak pilih pada Pemilu 2019 cenderung menurun.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menjelaskan, penyebab potensi tidak memilih atau golput akan lebih tinggi dibandingkan pemilu sebelumnya.

Berbagai hal menjadi penyebabnya, seperti keterbatasan pilihan sehingga menguatkan pesimisme. Sehingga mengakibatkan apatisme politik karena masyarakat tidak diakomodir atau terfasilitasi.


"Secara pilihan atau eksepsi politik jadi keterbatasan pilihan direspon dengan pesimisme pemilih," katanya di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (29/1).

Selain itu, akibat pemilih yang tidak mendapatkan informasi terkait pemilu mereka menganggap kontestasi demokrasi 2019 hanya sekadar memilih presiden. Terlebih, ajang debat pilpres disajikan dengan penuh sensasi menyebabkan sebagian pemilih merasa lelah dengan prosesnya.

"Akhirnya mereka yang merasa letih dengan proses pilpres menutuskan tidak menggunakan hak pilih. Padahal, mereka akan mengorbankan empat surat suara lainnya yang merupakan posisi untuk pemilih calon legislatif," tutur Titi.

Selanjutnya, akibat mekanisme urusan surat pindah pemilih atau form A5 yang sangat rumit sebab harus diurus paling lambat H-30, sementara banyak hal yang tidak bisa diantisipasi oleh pemilih. Alhasil pemilih tidak ada waktu untuk mengurus.

Pemilih yang belum memiliki KTP-el juga tidak bisa menggunakan hak pilih, sehingga menjadi pesimis duluan.

"Yang terakhir, pemilih-pemilih yang pragmatis dan tidak menganggap pemilu penting dan dihadapkan pada libur panjang," kata Titi.

Untuk meningkatkan gairah pemilih, Titi menyarankan agar adanya narasi-narasi yang ideologis dan subtansif, sehingga pemilih semangat untuk ke TPS. Terlebih, pada 17 April bertepatan pada momentum libur panjang perayaan Paskah.

"Jadi, alasan itu saya kira kalau tidak diantisipasi dengan baik oleh penyelenggara pemilu, kandidat masyarakat sipil dan media dalam membangun suasana optimis terhadap proses pemilu. Sehingga angka pengguna hak pilih di Pemilu 2019 menurun," demikian Titi. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya