Berita

Sodik Mujahid/Net

Politik

BPN: Kericuhan Masjid Jogokaryan Bisa Seperti Teror PKI Di Kanigoro

SELASA, 29 JANUARI 2019 | 03:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kericuhan antara pendukung Joko Widodo dengan Pemuda Masjid Jagokaryan, Yogyakarta menunjukkan mereka jauh dari umat Islam. Begitu kata Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid.

Dia mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, jika dibiarkan, maka insiden penyerbuan umat Islam di Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965 silam bisa terulang.

Kala itu, ribuan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) menyerbu dan menangkap puluhan santri dan ulama di Kanigoro untuk diserahkan ke pihak kepolisian karena dianggap antek-antek nekolim yang anti Nasakom dan anti revolusi.


"Tindakan seperti ini, jika dibiarkan bisa mengarah seperti peristiwa yang terjadi awal tahun 1965 ketika sekelompok Pemuda Rakyat menyerang masjid dan peserta training PII (Pergerakan Islam Indonesia) yang disebut peristiwa Kanigoro,” kata politisi Gerindra itu dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/1).

Dia berharap, publik bisa menilai sesungguhnya siapa yang memusuhi Islam dan menggunakan isu-isu keagamaan dalam pilpres. Publik juga harus menilai keadilan dan komitmen aparat keamanan serta aparat penegak hukum di wilayah NKRI ini.

Sejumlah massa pendukung Jokowi membuat keributan di Masjid Jogokaryan, Yogyakarta pada Minggu (27/1). Baca: Usai Deklarasi, Pendukung Jokowi Ribut Dengan Pemuda Masjid

Kericuhan dipicu saat rombongan massa yang baru saja pulang dari deklarasi mendukung capres 01 Jokowi-Maruf Amin di Stadion Mandala Krida, mencopoti spanduk yang berada di area jalan di depan Masjid.

Tak hanya itu saja, massa juga berhenti di depan masjid dan menggeber motornya.

“Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Provokasi apalagi perusakan fasilitas masjid masuk dalam kriteria menghina tempat ibadah umat,” pungkas Wakil Ketua Komisi VIII DPR tersebut. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya