Berita

Desmond J. Mahesa/Net

Politik

Hukum Berpihak Kepada Penguasa, Desmond Pesimis Indonesia Barokah Ditindak Tegas

SENIN, 28 JANUARI 2019 | 16:32 WIB | LAPORAN:

. Kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sangat yakin tabloid Indonesia Barokah tidak bakal ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Pasalnya, di era Joko Widodo berkuasa, hukum hanya berpihak kepada kekuasaan.

"Makanya saya tidak yakin kasus itu akan ditindaklanjuti, apalagi Indonesia Barokah itu menguntungkan pemerintah," kata politikus Gerindra, Desmond J. Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/1).


Pihaknya, lanjut Anggota Komisi III DPR ini, sudah menempuh jalur hukum atas pemberitaan tabloid tersebut.  Namun sejauh ini, belum ada tindakan hukum.

"Lantas kalau kondisi seperti ini mau mencari keadilan dimana?" tanya Desmond.

Di sisi lain, pihaknya melihat hukum sangat tajam kepada tabloid Obor Rakyat. Pimpinan tabloid tersebut ujarnya langsung diproses secara hukum bahkan diganjar hukuman.

Namun, tidak demikian dengan tabloid Indonesia Barokah. Melihat fenomena ini Desmon balik bertanya soal pantas tidaknya Indonesia disebut negara hukum.

Sebab sepengetahuaannya banyak aturan hukum yang dilanggar oleh pemerintahan Jokowi. Makanya dia pun pesimis polisi bisa menindaktegas aktor tabloid tersebut.

"Polisi mau didesak untuk menindaklanjutinya, saya pikir tidak mungkin," tegas Desmon.

Apalagi untuk kasus hukum yang menguntungkan paslon nomor urut 01, pihaknya sangat yakin tidak bakal ada yang namanya tindakan hukum.

"Kalau tidak ditindak berarti apa yang saya katakan selama ini bahwa tidak ada hukum di republik ini benar. Namun kalau pun ada hanya untuk kepentingan kekuasaan belaka," ujar Desmon.

Dia juga menegaskan kasus seperti tabloid Indonesia Barokah, sangat merugikan tidak saja Kapolri, tapi juga institusi kepolisian secara keseluruhan.

"Sebab telah mencederai Indonesia sebagai negara hukum," katanya.

Desmond melihat tidak ada yang salah kalau media yang muncul mendukung pasangan calon yang bertarung pada Pilpres 2019 seperti Tabloid Indonesia Barokah tersebut.

Cuma persoalannya ujar Desmond lagi materi pemberitaan tabloid itu cenderung di-bluffing-bluffing yang tidak ada asas jurdilnya.

Ironisnya, masyarakat tidak boleh asal menuduh kalau tabloid itu dibuat oleh kubu 01.

"Untuk menuju ke sana harus ada tindakan hukum. Kalau tindakan itu tidak ada jangan salahkan masyarakat menganggap saat ini hukum hanya berpihak kepada kekuasaan," demikian Desmond. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya