Berita

Deklarasi Petisi Pilpres Netral, Jujur dan Adil/RMOL

Politik

Petisi Pilpres Netral, Jujur Dan Adil Dideklarasikan Dari Kediaman Nugroho Djayusman

SENIN, 28 JANUARI 2019 | 15:49 WIB | LAPORAN:

. Purnawirawan TNI dan Polri bersama beberapa tokoh nasional mendeklarasikan petisi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang netral, jujur dan adil.

Petisi ditandatangani dan dideklarasikan di kediaman Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Nugroho Djayusman, Jl. Bangka IX No. 1 B Kemang, Jakarta Selatan, Senin (28/1). Petisi dibacakan oleh tuan rumah Nugroho Djayusman.

Petisi tersebut berisikan dua hal. Pertama, mendesak netralitas TNI, Polri, Badan Intelijen, dan semua Aparatur Sipil Negara pada Pemilu 2019. Kedua, mendesak agar seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijaga oleh prajurit TNI dan Polri.


Nugroho Djayusman menuturkan, petisi tersebut dideklarasikan sesuai dengan pasal 2 huruf d UU 34/2004 tentang TNI menegaskan jati diri TNI yang melarang berpolitik praktis dan menghormati prinsip demokrasi.

Begitu juga aparat kepolisian, dalam Pasal 28 angka 2 UU 2/2002 tentang Polri dinyatakan secara tegas bahwa Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.

Selain itu, Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai lembaga negara yang bertugas mendeteksi ancaman terhadap negara, dimana dalam Pasal 2 huruf f menyatakan secara tegas BIN tunduk pada asas netralitas dalam penyelenggaraannya.

Begitu pun dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pasal 2 huruf f UU 5/2014 dinyatakan penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN tunduk asas netralitas.

"Namun, dalam proses demokrasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, suara rakyat untuk memilih Presiden yang diinginkannya akan mengalami cacat dan diskriminasi apabila terjadi ketidaknetralan oknum ASN, TNI, Polri, dan BIN yang banyak menggunakan fasilitas negara dan menggunakan kekuasaan, serta kewenangan yang melekat dalam jabatannya," papar Nugroho Djayusman.

Menurutnya, kondisi ini bisa menciderai prinsip daulat rakyat sebagai kekuasaan tertinggi dalam demokrasi untuk memilih presiden sebagai representasi kedaulatan rakyat itu sendiri.

Hadir dalam acara ini, Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Nugroho Djayusman sendiri, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, Marsekal TNI (Purn) Imam Syafa'at, Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Sofjan Jacoeb, ekonom senior Rizal Ramli, MS kaban, Fuad Bawazier dan yang lain. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya