Berita

Politik

Prabowo Tercengang Sang Menko Malah Melecehkan Rakyat

MINGGU, 27 JANUARI 2019 | 05:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya meminta pemerintah menghentikan impor. Permintaan Prabowo ditolak mentah-mentah.

"Saudara-saudara saya pernah datang ke Kantor Menko Ekuin, saya nggak sebut Menko-nya siapa, nggakenak. Saya ketemu seorang teknokrat, seorang doktor ahli ekonomi, saya datang sebagai Ketua Umum HKTI, saya imbau pemerintah jangan buka keran impor," tutur dalam pidatonya saat deklarasi dukungan alumni Perguruan Tinggi di Indonesia, di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Prabowo mengatakan permintaannya agar pemerintah tidak membuka keran impor malah dibalas dengan pernyataan yang tidak pantas dan tidak mendukung kedaulatan.


"Dia katakan ke saya, Pak Prabowo kalau petani Veitnam lebih efisien dari petani Indonesia ya kita tidak bisa. Untuk apa kita membela petani Indonesia," tutur Prabowo menirukan jawaban si menteri.

Prabowo tertegun mendengar jawaban seorang doktor ahli ekonomi tersebut dan hilang seketika rasa hormat Prabowo kepadanya.

"Saya terbengong, saya lihat mukanya, saya lihat tampangnya. Langsung saya tidak hormat dengan gelar doktor yang dia pakai," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, percuma saja menyandang gelar doktor jika tidak mau melindungi rakyat.

"Demi Allah dia katakan itu," ucap Prabowo meyakinkan.

Padahal, lanjut Prabowo, jika petani Indonesia tidak efisien seharusnya dibantu bukan malah ditinggalkan.

"Kalau petani Veitnam lebih efiesien dari petani Indonesia, kita bantu suapaya dia punya teknologi, itu pemerintah yang benar, itu pemimpin yang benar," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya