Berita

Politik

Prabowo Prihatin Kaum Intelektual Tak Peduli Kondisi Bangsa

MINGGU, 27 JANUARI 2019 | 01:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku prihatin kaum intelektual Indonesa bungkam melihat kondisi bangsa dan negara yang tidak lagi berdaulat dan rakyat dimiskinkan.

"Terus terang saja beberapa tahun ini saya prihatin melihat kaum intelektual Indonesia seolah-olah diam di tengah ketidakadilan, diam di tengah pendzoliman rakyat, diam di tengah kemiskinan bangsa, diam di tengah diserahkannya kedaulatan kepada bangsa-bangsa lain," ujar Prabowo saat deklarasi dukungan alumni Perguruan Tinggi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Acara deklarasi dukungan untuk Prabowo-Sandi dihadiri ribuan alumni Perguruan Tinggi. Mereka berasal dari 115 PT di Indonesia.


Prabowo mengatakan kondisi ekonomi yang tidak lagi berdaulat dan rakyat dimiskinkan mesti mendapat perhatian kaum intelektual. Sebab, kata dia, ekonomi sangat penting bagi kedaulatan bangsa.

"Walau pendidikan saya tentara tapi saya merasa sangat penting ekonomi. Saya sangat paham pentingnya pangan bagi kedaulatan dan kemerdekaan," tegasnya.

"Saya paham sekali bahwa tidak ada negara yang merdeka kalau tidak bisa memberi makan kepada rakyatnya," imbuhnya.

Lebih lanjut Prabowo menyatakan dukungan yang diterimanya dari kaum intelektual tak lain sebagai upaya memperjuangkan kedaulatan bangsa.

"Universitas dan perguruan tinggi, disitulah otak-otak terbaik sebuah bangsa. The bank of knowladge, lembaga tabungan bank dimana kearifan bangsa, didepositokan, diamankan, untuk digunakan oleh generasi berikutnya bagi bangsa Indonesia," demikian Prabowo. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya