Berita

Diskusi Membaca Arah Populisme Islam di Pilpres 2019/RMOL

Politik

Politik Identitas Selalu Dijadikan Retorika

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 19:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Politik identitas yang terjadi di Indonesia bukan melulu soal agama. Dia bisa juga sebagai sentimen pembedaan yang lain di tengah dominasi mayoritas.

Demikian disampaikan pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno dalam diskusi bertema 'Membaca Arah Populisme Islam di Pilpres 2019' di D'hotel, Jakarta, Sabtu (26/1).

Menurutnya, gerakan politik identitas di tengah sistem elektoral dijadikan kaum populisme sebagai retorika. Adi membandingkan persamaan kondisi saat ini di Indonesia dengan Presiden Donald Trump yang membuat jargon Make American Great Again.


"Dan itu hampir mirip-mirip dengan capres kita. Itu retorika populis," ujarnya.

Di Indonesia, retorika populis sebagaimana terlihat dalam Pilkada DKI Jakarta. Di mana, yang dibawa narasi adalah Islam dan nasionalisme.

"Kenapa Islam selalu dibawa-bawa karena Islam itu populis," kata Adi.

Dia menambahkan, anomali politik dini di Indonesia jika gerakan populis kuat maka seharusnya Jokowi tidaklah aman.

"Sentimen politik dan identitas ini kalau kuat harusnya Jokowi tidak 50 persen (elektabilitas), harusnya anjlok. Dan kalau kuat juga yang untung adalah Prabowo, elektabitas naik bukan stuck," demikian Adi. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya