Berita

Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir/RMOL

Politik

RI Imbau Venezuela Segera Lakukan Langkah Politik Yang Demokratis

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 13:47 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Indonesia terus mengikuti perkembangan krisis politik yang terjadi di Venezuela.

Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir melalui keterangannya, Sabtu (26/1).

"Indonesia mengikuti dari dekat dan prihatin dengan perkembangan situasi di Venezuela," kata pria yang akrab disapa Tata itu.


Dia mengatakan, sebaiknya seluruh pihak menahan diri agar tidak memperburuk kondisi atas krisis Venezuela yang diwarnai upaya kudeta militer.

"Kita menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk situasi," ujar Tata.

Pemerintah Indonesia sendiri memastikan tidak ikut campur dalam polemik yang terjadi di Venezuela. Namun sebaiknya Venezuela dapat melakukan langkah politik secara demokratis dan mendengarkan suara rakyatnya.

"Dengan tetap menghormati kedaulatan dan tanpa bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Venezuela, penting agar suara rakyat Venezuela untuk didengarkan. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan proses politik yang demokratis, transparan dan kredibel," papar Tata. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya