Berita

Tubagus Ace Hasan Syadzili (dua dari kanan0/RMOL

Politik

TKN: Harusnya Serangan Itu Berbasis Data Dan Solusi

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 11:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menyayangkan Calon Presiden nomor urut 02  Prabowo Subianto kerap menyerang Jokowi tidak sesuai fakta dan data.

Demikian disampaikan Jurubicara TKN Jokowi-Maruf, Tubagus Ace Hasan Syadzili dalam diskusi politik "Masih Efektifkah Kampanye Negatif" di The Atjeh Connection, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).

"Sebenarnya publik ingin mengetahui bagaimana solusi yang ditawarkan, menyerang juga harus berdasarkan fakta bukan hanya 'katanya'," ujar Ace, anggota DPR dari Fraksi Golkar ini.


Misalnya, kata dia, dalam perdebatan Prabowo menyinggung postur anggaran yang dianggap tidak proporsional sehingga hal tersebut menggambarkan pemerintah tengah kritis.

Selain itu, di sisi lain, gagasan Prabowo soal bagaimana menyelesaikan problem bangsa yakni salah satunya dengan menaikkan gaji para pejabat tidak sepenuhnya benar.

"Gaji mereka sudah sangat tinggi. Itu juga akan tergantung dari daerah. Di Jakarta misalnya Rp 13 juta paling kecil. Kepala dinas bisa sampai Rp 50 juta dengan tunjangan, apakah menyelesaikannya hanya dengan uang," ucap Ace.

Menurutnya, publik harus dicerdaskan dengan argumentasi yang membangun. Karena demokrasi harus dibangun dengan dialektika yang bagus dan kuat dengan berlandaskan data dan fakta. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya