Berita

Habiburokhman (kanan)RMOL

Politik

Tabloid Indonesia Barokah Terang-terangan Karena Penegakan Hukum Berlarut-larut

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 11:36 WIB | LAPORAN:

. Beredarnya tabloid Indonesia Barokah yang berisi fitnah terhadap kubu Prabowo-Sandi diduga karena penegakan hukum berat sebelah.

Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, hingga saat ini, pihaknya sudah melayangkan 20 laporan atas fitnah, pencemaran nama baik, dan kabar bohong terhadap pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Laporan itu mereka layangkan ke polisi, Bawaslu bahkan Dewan Pers.

Tapi hingga saat ini, laporan itu hanya jalan di tempat alias tidak ada kemajuan.


"Ada yang sudah 3 bulan (dilaporkan), ada yang sudah 6 bulan lebih. Tapi hingga saat ini tidak ada yang ditangkap," ujar Habiburokhman dalam diskusi bertajuk "Hantu Kampanye Hitam" di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).

Nah, karena kasus yang lama belum diselesaikan, sementara bukti-bukti yang disertakan sudah lengkap, maka menurut Habiburokhman pelaku pun mulai berani menyebarkan fitnah dan hoax secara terang-terangan seperti tabloid Indonesia Barokah.

"Kalau itu berlarut-larut, pelakunya tidak ditangkap maka tidak heran muncul seperti itu dan terangan (seperti tabloid) Indonesia Barokah," pungkas Habiburokhman. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya