Berita

Direktur Eksekutif Indonsia Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo (kiri)/RMOL

Politik

Prabowo Tidak Mungkin Sampai Memberedel Media

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 09:38 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Meski ada kencendrungan akan bersikap keras terhadap media jika berkuasa, Prabowo Subianto dinilai tidak mungkin sampai memberedel media seperti yang dilakukan oleh Orde Baru.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Indonsia Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo saat diskusi media dengan tema "Menakar Kapabilitas Pasangan Capres-Cawapres dari Perspektif Media Massa" di Kopi Politik, Jakarta, Jumat (25/1).

"Ada kecenderungan ke sana tetapi tidak sepenuhnya seperti era rezim orde baru," ujar Karyono.


Menurutnya, kecenderungan tersebut didasari dari pernyataan dan sikap calon presiden nomor urut 02 itu kepada media yang kerap berkata keras terlebih usai reuni Aksi 212 di Silang Monas.

Kendati demikian, Karyono menegaskan, Prabowo tidak akan sampai berani memberedel media seperti yang terjadi pada era orde baru.

"Dia tidak akan bisa membawa seperti Orba, karena kontrol publik saat ini sangat kuat dan ada UU yang melindungi media," ungkapnya.

Sementara Wapemred Harian Kompas Tri Agung Kristanto yang juga menjadi pembicara menilai, sikap Prabowo dan timnya yang kerap bertentangan dengan media bahkan melaporkan media ke Dewan Pers adalah bagian dari strategi kampanye, lantaran Jokowi telah menjadi media darling.

"Dan bagi Prabowo untuk menjadi media darling tidak mudah. Ini juga bisa jadi adalah agar menjadi top of mine yang selalu diingat masyarakat dan cara yang baik adalah melakukan kontroversi," ungkapnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya