Berita

Wakil Ketua DPD, Darmayanti Lubis/Net

Politik

Keabsahan 136 Anggota DPD Hasil Pemilu 2019 Terancam

Segera Panggil Komisioner KPU
SABTU, 26 JANUARI 2019 | 08:25 WIB | LAPORAN:

. Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih bersikukuh tidak memasukan nama Oesman Sapta alias OSO ke dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD RI sesuai dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) bisa berdampak pada keabsahan 136 senator yang terpilih pada Pemilu mendatang.

DPD pun berencana memanggil para komisioner KPU dalam waktu dekat.

Wakil Ketua DPD, Darmayanti Lubis menegaskan, semestinya KPU menjalankan perintah PTUN untuk segera mencabut PKPU yang mengatur tentang pelarangan pengurus partai nyaleg menjadi senator. Konkretnya, mencabut DCT lama dan menerbitkan DCT baru dengan memasukkan nama OSO.


"PTUN sudah membatalkan DCT anggota DPD, dan KPU belum memperbaikinya," katanya kepada wartawan, Jumat (25/1).

Jika tidak segera menjalankan perintah PTUN, ditegaskan Darmayanti, kerja keras 800-an calon anggota DPD seluruh Indonesia yang sudah berkampanye akan sia-sia belaka. Pasalnya, jika terpilih, mereka tidak sah sebagai anggota DPD.

"136 anggota DPD yang terpilih hasil 2019 nanti tidak sah karena DCT-nya sudah dibatalkan PTUN," sesalnya.

Bukan hanya itu, lanjut Darmayanti, lebih parah lagi, pembangkangan ini juga sudah pasti berdampak pada keabsahan lembaga DPD, dan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 nanti. Karena DPD merupakan salah satu bagian dari MPR yang bertugas melantik presiden dan wakil presiden.

Jika itu terjadi, dikhawatirkannya akan terjadi kekosongan kepemimpinan nasional. Nah, agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan nasional, Darmayanti pun merencanakan DPD untuk segera memanggil para komisioner KPU.

"Ini ancaman serius bagi bangsa tercinta kita. Kami akan panggil (KPU) secepatnya," tutup Senator asal Sumut ini. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya