Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Digembosi Tim Sendiri

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 05:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Politisi senior PKS Fahri Hamzah mengkhawatirkan tabloid Indonesia Barokah yang beredar di sejumlah daerah menjelang Pilpres sebagai langkah menggembosi capres petahana Joko Widodo alias Jokowi.

"Kok tiba-tiba modus yang dituduhkan kepada Pak Prabowo itu ada di Pak Jokowi semua gitu, hahaha. Apa karena ada orang yang pindah jadi tim sukses ke situ akhirnya terjadi penggembosan," kata dia saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1).

Fahri tidak mengantongi nama orang Jokowi-Ma'ruf Amin yang melakukan penggembosan. Meski begitu dia mengungkapkan upaya penggembosan sangat terasa. Bukan hanya karena penyebaran tabloid Indonesia Berkah yang berisi fitnah Prabowo terhadap Prabowo.


"Termasuk kasus Baasyir. Kayak penggembosan saya liat. Jadi yang kena tuh Pak Jokowi lagi. Saya melihat Pak Jokowi sedang dilucuti secara perlahan," kata Fahri.

Terkait Abu Bakar Baasyir, Jokowi sebelumnya mengatakan pemerintah akan membebaskan dia dengan alasan kemanusiaan. Baasyir sudah sepuh dan mengalami sakit-sakitan. Tetapi belakangan Jokowi menjilat ludahnya sendiri. Dia mengatakan pembebasan Baasyir ditinjau ulang.

Fahri memproses hukum kasus tabloid Indonesia Barokah hingga tuntas. Dia mengingatkan korps coklat tidak boleh acuh dengan alasan tabloid tersebut menguntungkan Jokowi-Maruf Amin

"Itu saya kira polisi harus bertindak sama," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya