Berita

Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo (kanan) menyerahkan buku untuk Presiden Joko Widodo kepada PU RMOL Network Teguh Santosa/Repro

Politik

Dua Wartawan Wakili Jokowi Dan JK Terima Buku Dari Tokoh Perang Kemerdekaan

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 00:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tokoh perang kemerdekaan Letjen (purn) Sayidiman Suryohadiprojo memberikan buku yang ditulisnya, berjudul “Masyarakat Pancasila”, kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sedianya, kedua buku itu akan diserahkan kepada Jusuf Kalla dalam kegiatan “Buka Tahun Baru Bersama Ke-14 Tahun 2019” yang digelar Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Gedung Dwi Warna Lemhanas RI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat malam (25/1).

Karena Jusuf Kalla berhalangan dalam kegiatan itu, maka Sayidiman menyatakan hendak menitipkan buku tersebut kepada dua wartawan yang masing-masing mewakili Jokowi dan JK.


Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Tri Agung Kristanto, yang menjadi pembawa acara dalam kegiatan itu lantas memanggil dua wartawan, Teguh Santosa dan Algooth Putranto.

Teguh didaulat mewakili Jokowi, sementara Algooth mewakili JK.

Sebelum menyerahkan buku itu, Sayidiman yang lahir di Bojonegoro pada 21 September 1927 itu menyampaikan keprihatinan dan kekhawatirannya melihat perjalanan bangsa sejauh ini.

“Kita belum juga mencapai apa yang sudah kita cita-citakan ketika kemerdekaan negara ini diproklamasikan,” ujar mantan Gubernur Lemhanas 1974-1978 ini.

Sayidiman mengingatkan bahwa dulu Indonesia lebih maju dari Korea Selatan. Tetapi kini Indonesia harus menerima kenyataan bahwa Korea Selatan telah lebih maju.

“Dan bisa-bisa kita akan dilampaui oleh Vietnam,” ujar mantan Dubes RI untuk Jepang ini.

Sayidiman yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dari tahun 1990 hingga 1995 ini kembali mengingatkan betapa persatuan nasional dibutuhkan agar Indonesia benar-benar mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada tahun 2012 hingg 2097 ini mengatakan, tidak ada manusia yang sempurna.

“Semua orang memiliki kehebatan, dan semua orang memiliki kekurangan. Karena itulah kita harus bersatu,” sambungnya.

Buku “Masyarakat Pancasila” ini ditulis Sayidiman tahun lalu di tengah kegelisahan yang kini menghantuinya.

“Saya titipkan buku ini agar disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla,” kata dia lagi.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 wartawan anggota PWKI dari berbagai kota di Indonesia.

Dua tokoh wanita yakni mantan Ibu Negara  Sinta Nuriyah Wahid dan pengusaha kosmetik Martha Tilaar, juga hadir.

Selain mereka bertiga, tokoh-tokoh senior lain yang menerima tropi kehormatan dari PWKI adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, mantan Rais Syuriah PBNU Ahmad Mustofa Bisri, dan tokoh Katolik, Harry Tjan Silalahi.

Sebelum didaulat “mewakili” Presiden Jokowi, wartawan senior dan Pemimpin Umum RMOL Network Teguh Santosa juga diminta panitia untuk menyerahkan tropi kehormatan kepada tokoh Katolik yang juga tokoh Centre for Strategic and International Studies  (CSIS) Hary Tjan Silalahi.

Karena berhalangan hadir, Hary Tjan Silalahi diwakili peneliti senior CSIS, J. Kristiadi. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya