Berita

Ahok/Net

Politik

Ahok Diyakini Bisa Dongkrak Elektabilitas PDIP Dan Jokowi

JUMAT, 25 JANUARI 2019 | 16:41 WIB | LAPORAN:

Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diyakini mampu mendongkrak elektabilitas pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi bahkan memprediksi, jika Ahok mendeklarasi secara terbuka, maka bukan tidak mungkin pamor PDIP juga ikut terangkat.

Firman menjelaskan, dukungan Ahok bisa memiliki aspek positif dan negatif bagi yang didukungnya. Tapi yang perlu menjadi catatan, sambungnya, Ahok memiliki banyak pendukung dan tersebar di seluruh Indonesia.


“Pendukungnya tak hanya di Jakarta, tetapi juga di luar Jakarta," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/1).

Dia yakin, keputusan Ahok untuk bergabung dengan partai politik, misal PDIP, maka akan diikuti oleh para pengikutnya. Sehingga, pendukung Ahok yang kini mayoritas masih golput bisa mendongkrak elektabilitas yang bersangkutan.

"Begitu juga engan elektabilitas Jokowi-Maruf yang akan ikut terdongkrak oleh Ahoker," pungkas. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya