Berita

Danis T Saptura/Dok

Politik

Kasus Ahok Mengawali Kasus Intoleransi Di Indonesia

JUMAT, 25 JANUARI 2019 | 16:22 WIB | LAPORAN:

Bangsa Indonesia sudah lahir dengan keberagaman, bukan hanya suku tetapi juga agama.

Direktur Eksekutif Indodata, Danis T Saputra berpendapat, munculnya intoleransi dalam politik diawali dari Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam. Saat itu masalah agama sangat mempengaruhi.

"Kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengawali kasus intoleransi," sebut dia dalam diskusi terbuka  di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Dia mencermati ada keinginan elit politik untuk mentransfer kegiatan alumni 212 yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, ke Pemilihan Presiden 17 April 2019. Namun sepertinya reuni 212 lalu tidak berdampak secara signifikan karena publik sudah mempunyai pilihan tersendiri.

"Pilihan yang sangat rasional dan logis tidak dapat dipengaruhi dengan aksi seperti 212," terangnya.  

Masyarakat milenial yang paling rentan terkena isu agama walaupun tidak sangat signifikan. Sebab, lanjut Danis, ideologi orang tua bisa mengikut ke anak.

"Agama sangat berpengaruh dan laten. Kita harus mempersiapkan langkah hukum apabila ada pelanggaran yang terjadi agar jangan sampai kasus di negara Syria masuk ke Indonesia. Karena akan sangat mahal akibatnya," imbuhnya.

Ia meyakini jika kaum milenial bisa menjauhkan dari isu isu hoax dan semacamnya yang bisa merugikan demokrasi maka kekhawatiran perpecahan tidak akan terjadi.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya