Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri: Dari Dulu Pemerintah Muter-Muter

JUMAT, 25 JANUARI 2019 | 15:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kajian pemerintah dalam menangani kasus hukum dinilai kurang komprehensif. Hal itu juga yang membuat lingkaran Presiden Joko Widodo berbeda pandangan mengenai pembebasan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir.

Begitu kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/1).

“Itu dari dulu terlalu banyak kajian yang tidak komprehensif,” kata Fahri saat ditemui di Komplek DPR, Jakarta, Jumat (25/1).


Sehingga pada akhirnya, Fahri menganggap keputusan yang akan diambil cenderung berubah-ubah. Jokowi, sambungnya, gagal mengambil keputusan jalan tengah yang mengakomodir semua kepentingan.

“Dari dulu muter-muter, akhirnya nggak jadi dan berubah di tengah jalan,” ungkapnya.

Praktis sikap pemerintah seperti ini semakin membuat publik kebingungan. Sebab kebijakan terkait hukum tidak memiliki kepastian.

“Ditekan kiri, dia (presiden) ke kiri. Ditekan kanan, dia kanan. Ini yang nggak baik dari awal, niatnya nggak kuat,” tandas Fahri. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya