Berita

Indonesia Barokah/Net

Politik

Lewat Kantor Pos, Indonesia Barokah Mulai Nyebar Ke Banten

KAMIS, 24 JANUARI 2019 | 22:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tabloid Indonesia Barokah menyebar tidak hanya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Teranyar, tabloid yang menyudutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu tersebar d Banten.

Penyebarannya dilakukan melalui Kantor Pos dan menyasar sejumlah masjid dan pondok pesantren (ponpes). Khususnya yang tempat mayoritas berisi peserta alumni 212.

Pimpinan Ponpes Al Islam Kota Serang Enting Ali Abdul Karim ditemui di Ponpes binaannya di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mengatakan, tabloid tersebut diterimanya pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB.


Tabloid diantar seorang kurir PT Pos Indonesia. Saat diterima, tabloid itu terbungkus dalam sebuah amplop cokelat besar.

"Dikirim satu amplop besar, isinya dua (eksemplar tabloid). Saya lihat yang kirim kurir bawa banyak, numpuk,” katanya, Kamis (24/1).

Enting mengungkapkan, tabloid tersebut tidak hanya dialamatkan kepada ponpesnya saja namun juga ke ponpes lainnya di Kota Serang. Di antaranya, Ponpes Darussalam Cikentang, Ponpes Albantani, Ponpes Darussalam Pipitan dan Ponpes Almubarok.

“Semuanya pesantren merupakan aktivis 212,” imbuhnya seperti dikutip RMOLBanten.

Pihaknya kata Enting, mengaku tak terlalu terkejut ketika menerima dan membaca isi tabloid tersebut.

Pembina Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) itu, menilai tabloid itu adalah salah satu strategi pemenangan karena isinya menyoroti reuni 212 yang dianggap ada agenda politik yang kental terhadap paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

"Kurang tepat juga kalau ini adalah strategi karena reuni 212 itu bukan cuma orang (paslon nomor urut) 02, banyak juga dari 01,” terangnya.

Meski demikian, Enting enggan lebih jauh mengomentari hal yang berbau politik dari tabloid tersebut. Enting Menyoroti laporan utama tabloid yang dinilainya begitu mendiskreditkan aksi dan reuni 212.

"Jadi kami melihat ini bukan permasalahan politiknya saja, saya enggak ngerti politik, saya ini bukan orang politik. Saya melihat ada semacam mendiskreditan kepada penggagas serta peserta agenda 212. Baik yang pertama maupun reuni,” tuturnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya