Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Demokrat: Prestasi Jokowi, Baasyir Batal Bebas Dan Remisi Robert Tantular 77 Bulan

KAMIS, 24 JANUARI 2019 | 22:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komitmen Presiden Joko Widodo dalam penegakan hukum di negeri ini semakin bias. Pada pekan ini, tercatat ada sejumlah penegakan hukum yang serampangan diambil Jokowi.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand mencatat ada tiga kasus hukum yang pekan ini menjadi kontroversi.

Pertama mengenai janji pembebasan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir. Sebagaimana disampaikan pengacara Jokowi, Yusril Ihza Mahendra,  Baasyir akan dibebaskan tanpa syarat dalam waktu dekat.


Tapi, Jokowi melalui Menkopolhukam Wiranto menganulir keputusan itu. Baasyir disebut harus menandatangani sejumlah syarat sebelum dibebaskan.

Sementara kasus kedua adalah pemberian remisi terhadap mantan bos Century, Robert Tantular. Remis terhadap Robert Tantular, sebagaimana diungkapkan Ketua Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta mencapai 77 bulan.

Robert Tantular menerima vonis penjara hingga 21 tahun dari empat kasus. Tapi, dia hanya menjalani hukuman kurang dari 10 tahun lantaran mendapat remisi yang besar.

Sementara putusan hukum ketiga yang kontroversi adalah remisi yang diberikan untuk I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali.

Susrama mendapatkan remisi dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Pertimbangan remisi, kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, adalah  usia yang sudah lanjut.

“Prestasi hukum Jokowi minggu terakhir, pembatalan janji pembebasan Abu Bakar Basyir, bebasnya Tantular dengan remisi 77 bulan, otak pembunuh wartawan di Bali dapat grasi,” kata Ferdinand dalam akun Twiter pribadinya.

Menurutnya, tidak keputusan hukum itu semakin memperjelas bahwa Jokowi tidak memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum tanah air.

“Sikap seperti ini tentu menunjukkan bahwa Jokowi tidak punya komitmen baik terhadap penegakan hukum,” pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya