Salah satu diskursus yang terus menerus menjadi polemik antara Pemerintah atau barisan pendukung Jokowi dengan oposisi atau barisan pendukung Prabowo selama empat tahun terakhir adalah persoalan impor pangan dan kontroversi pembangunan infrastruktur. Diharapkan, dua masalah ini dikupas mendalam saat debat Pilpres putaran kedua.
"Soal impor dan infrastruktur harus terkuat saat debat kedua nanti," kata anggota DPD RI Fahira Idris dalam keterangannya, Rabu (23/1).
Debat putaran kedua akan digelar pada 17 Februari 2019, dengan tema yang diangkat yaitu persoalan energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan infrastruktur.
Fahira mengatakan irisan persilangan pendapat antara kedua kubu soal infrasturktur dan impor sangat jelas. Pemerintah bersikukuh harus ada impor sementara oposisi menyatakan impor adalah kebijakan yang keliru. Senada dengan infrastuktur, Pemerintah menjadikannya sebagai 'jualan' keberhasilan sementara oposisi tegas menyatakan pembangunan infrastruktur ugal-ugalan dan tidak memberi dampak langsung bagi rakyat.
Fahira mengatakan irisan persilangan pendapat antara kedua kubu soal infrasturktur dan impor sangat jelas. Pemerintah bersikukuh harus ada impor sementara oposisi menyatakan impor adalah kebijakan yang keliru. Senada dengan infrastuktur, Pemerintah menjadikannya sebagai 'jualan' keberhasilan sementara oposisi tegas menyatakan pembangunan infrastruktur ugal-ugalan dan tidak memberi dampak langsung bagi rakyat.
"Itu kisi-kisi persilangan pendapat terkait soal impor dan infrastruktur. Saya rasa ini sangat sederhana, masa nggak bisa menyajikan debat yang berkualitas," ucapnya.
Dalam hemat senator asal DKI Jakarta ini, metode persilangan pendapat yang selama empat tahun ini terakumulasi antara pemerintah dan oposisi juga bisa dijadikan dasar materi debat terkait persoalan ketahanan energi dan pengelolaan sumber daya alam. Kedua capres harus mampu mengambarkan program jangka pendek, menengah, dan panjangnya untuk mengatasi ketergantungan bangsa ini terhadap energi fosil.
"KPU dibantu panelis tinggal menyajikan dua persilangan pendapat ini saat debat. Paksa kedua capres berargumen habis-habisan soal kebijakan impor dan infrastruktur. Berkali-kali saya ingatkan, debat ini bukan kepentingan KPU apalagi tim sukes, tetapi kepentingan rakyat agar punya landasan kuat memilih calon presidennya," pungkas Fahira yang kembali mencalonkan diri sebagai angota DPD RI DKI Jakarta pada Pemilu 2019 ini.
[dem]