Berita

Diskusi Setara Institute di Hotel Ibis, Jakarta/RMOL

Politik

Tadinya, Ba'asyir Mau Dipakai Untuk Kerdilkan ISIS Di Indonesia

Jokowi Juga Ambil Untung
RABU, 23 JANUARI 2019 | 18:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Selain keuntungan politik untuk Joko Widodo menjelang Pilpres 2019, ada tujuan lain di balik upaya membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir (ABB).

Menurut Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos, pemerintah ingin menggeser dominasi jaringan kelompok teroris yang ada di Indonesia.

Adalah keliru bila menganggap potensi terorisme meningkat bila Ba’asyir dibebaskan. Sebaliknya, pembebasan Ba'asyir merupakan strategi intelijen untuk memanfaatkan situasi.


"Di dunia terorisme ada persaingan antara Al Qaeda dengan ISIS. ABB adalah representasi Al Qaeda di Indonesia, sementara Aman Abdurrahman adalah representasi dari ISIS di Indonesia. Pihak intelijen mencoba memanfaatkan situasi ini,” kata Bonar usai menyampaikan hasil riset di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Sambung Bonar, pembebasan ABB dari sel penjara dipercaya dapat menekan atau memperlemah jaringan ISIS yang saat ini tengah berjaya.

“Munculnya ABB ini diharapkan bisa mengkerdilkan jaringan ISIS, ini strategi intelijennya. Jadi itu keuntungan yang coba diraih oleh pemerintah,” ujar Bonar.

Sisi lain, tambah Bonar, pemerintahan Jokowi ingin memperlihatkan penanganan terorisme di Indonesia tidak melulu memakai hard approach melainkan dengan soft approach.

Dan yang pasti, Jokowi sekaligus mencoba meraih simpati dari kalangan Islam garis keras menjelang Pemilihan Presiden.

"Tiga inilah sebetulnya yang melatarbelakangi kenapa pemerintah ingin membebaskan Ba'asyir. Tapi kebentur dengan hukum dan peraturan yang ada,” jelas Bonar. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya