Berita

Lion Air/Net

Politik

Keluarga Korban Lion Air Dipersilakan Ngadu Ke DPR

SENIN, 21 JANUARI 2019 | 19:39 WIB | LAPORAN:

Komisi V DPR sangat prihatin dengan nasib keluarga korban pesawat Lion Air  JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada 29 November 2018 lalu.

Pasalnya sampai saat ini masih banyak keluarga mereka yang menjadi korban belum ditemukan jenazahnya. Selain itu, hak para korban yaitu asuransi yang belum diberikan oleh maskapai penerbangan Lion Air.

"Kita tentunya prihatin karena sampai sekarang keluarga korban masih berjuang untuk mendapatkan hak korban," kata Anggota Komisi V DPR, Rendy Lamajido di gedung DPR, Senin (21/1).


Terkait klaim asuransi yang belum diterima para keluarga korban,   seharusnya hal itu tidak terjadi kalau saja maskapai  penerbangan itu membayar asuransi.

"Saya kira UU Transportasi sudah sangat jelas menyebutkan dalam setiap insiden moda transportasi setiap perusahaan transportasi, tidak terkecuali maskapai penerbangan, memberikan asuransi bagi para korban," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Rendy, nilai asuransi bagi setiap penumpang pesawat sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan di luar negeri, korban kecelakaan pesawat nilai asuransi yang diberikan sebesar Rp 1,5 miliar.

Sejauh ini, sepengetahuannya baru perusahaan asuransi PT Jasa Raharja saja yang sudah  membayar asuransi kepada keluarga korban. Sedangkan maskapai Lion Air belum.

Terkait dengan persoalan yang dihadapi keluarga korban, Komisi V DPR tidak bisa serta merta memanggil maskapai Lion Air.

Rendy mengatakan, komisi yang membidangi masalah transportasi ini, sejauh ini belum menerima laporan dari para keluarga korban.

"Kita bisa panggil pihak Lion Air jika pihak keluarga korban mengadu ke komisi V," tegas  Rendy sembari menegaskan kalau urusan jeroan perusahaan maskapain Lion Air merupakan wewenang Komisi VI DPR.

Pihak juga menyarankan selain ke Komisi V DPR, keluarga korban bisa melakukan class action lewat jalur hukum.

Sebab dia berkeyakinan kecelakaan tersebut karena human error karena tidak mentraining pilotnya dengan benar. Sebab pesawat boeing JT 610 tersebut merupakan pesawat baru dan canggih.

Sedangkan persoalan keluarga yang kecewa karena keluarganya belum diketemukan sementara pencaharian sudah dihentikan, Rendy tidak mau mengomentari terlalu jauh.

"Saya rasa keluarga harus ikhlas karena peristiwa ini musibah yang tidak pernah kita inginkan," demikian Rendy Lamajido. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya