Berita

Foto: RMOL

Politik

Pendukung OSO: KPU Telah Kerdil

SENIN, 21 JANUARI 2019 | 12:55 WIB | LAPORAN:

. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengkerdilkan lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Sebab, para komisioner ini ogah memasukkan nama Oesman Sapta Odang (OSO) ke daftar calon tetap (DCT) calon anggota DPD RI.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang orator dalam aksi damai ribuan kader Partai Hanura dengan para aktivis di depan Kantor KPU.


Tak hanya itu, pendemo menilai komisioner KPU tak mengindahkan putusan Mahkamah Agung (MA), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di mana OSO berhak untuk mencalegkan lagi.

"KPU telah kerdil dengan tidak memasukan nama ketua umum kita, yang itu menjadi hak-haknya," tegas sang orator dalam orasi dari atas mobil komando.

Untuk itu, lanjut pria yang memakai baju warna oranye, lengkap dengan atribut Partai Hanura ini menjelaskan kehadiran mereka dalam aksi damai itu untuk memperjuangkan hak-hak OSO.

"OSO orang tua kita. Kita hadir disini untuk menuntut hak hak kita, meskipun hujan mengguyur kita, tapi ini tidak menyurutkan kita," tekannya.

KPU belum menjalankan perintah Bawaslu RI yang mengharuskan mereka untuk memasukkan nama OSO ke DCT dengan berpegang pada amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 30/PUU-XVI/2018, tanggal 23 Juli 2018, tentang Uji Materiil pasal 182 huruf l UU No. 7 Tahun 2017, tentang Pemilu.

Padahal, beberapa lama setelah Mahkamah Agung (MA) sudah mengkoreksi putusan MK tersebut. PTUN pun sudah mengabulkan gugatan OSO dan mendukung penuh putusan MA yang membatalkan PKPU RI dengan alasan Putusan MK tidak boleh berlaku surut. Yakni mestinya, PKPU tak berlaku untuk Pemilu 2019, melainkan Pemilu 2024 nanti. [jto]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya