Berita

Foto: Net

Politik

Merusak Acara, Stop Phubbing Di Debat Kedua PilpresYah!

SENIN, 21 JANUARI 2019 | 10:58 WIB | LAPORAN:

Debat pertama Pilpres 2019 telah diciderai oleh perilaku beberapa orang yang asyik bermain gawai di dalam studio.

Pengamat media dan politik dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, di luar sana, sudah lama ada kampanye stop phubbing atau ajak berhenti bermain gawai pada waktu tertentu.

Phubbing sendiri diartikan the act of snubbing someone in a social setting by looking at your phone instead of paying attention


"Phubbing telah merusak kumpul keluarga, idul fitri, reuni sekolah, banyak acara live di televisi dan sekarang debat Pilpres. Stop phubbing di debat kedua yah," ujar Hariqo di Depok, Senin (21/1).

Hariqo menyarankan agar tata tertib debat Pilpres ditambah untuk pendukung pasangan calon yang hadir di studio, yaitu larangan bermain gawai.

Catatan dia sejauh ini panitia debat Pilpres hanya punya tata tertib untuk pendukung paslon, pertama tidak melontarkan yel-yel atau teriakan selama acara debat berlangsung, kedua tidak memprovokasi paslon maupun pendukung lain. Dan ketiga, panitia berhak memperingatkan dan mengambil tindakan kepada pendukung yang dianggap tidak mematuhi tata tertib.

Hariqo menambahkan, phubbing itu seringkali mengganggap tidak penting situasi sekitar.

"Jika yang di dalam studio saja menunjukkan debat Pilpres tak penting, bagaimana dengan yang di luar studio," tengarai Hariqo.

Kemudian tayangan televisi atau konten apapun yang diunggah di internet bisa lebih lama ditonton dari tayangan aslinya, dan itu sifatnya abadi.

"Jika kontennya buruk, ya merusaknya selamanya," cetusnya.

Bukan hanya acara debat Pilpres, menurut dia, phubbing juga sering terjadi pada acara-acara lainnya. Bahkan dalam acara kenegaraan masih sering terlihat orang-orang sibuk bermain gawai.

"Perilaku ini tidak mendidik dan terjadi di saat para guru dan orangtua terus membujuk anaknya untuk tidak bermain HP," jelas Hariqo.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya