Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Waspadai Caleg Hantu, Masyarakat Diminta Cermat Memilih

SENIN, 21 JANUARI 2019 | 06:00 WIB | LAPORAN:

Mengandalkan serangan fajar dengan uang, masyarakat diminta cermat untuk tidak memilih caleg hantu atau calon wakil rakyat yang melupakan konstituennya setelah terpilih.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi Soebhan mewanti-wanti masyarakat tidak memilih kucing dalam karung saat pemungutan suara 17 April mendatang.

Menurutnya, untuk mengetahui persoalan di tengah masyarakat, para caleg seharusnya menyambangi daerah pemilihan secara langsung, bukan dengan mengandalkan serangan fajar. Untuk itu, masyarakat diminta dapat memilih para caleg yang memiliki program jangka panjang dan perbaikan di daerah pemilihan.


"Kita tidak mau mencari kucing dalam karung karena dibayar, dia (caleg) hibur kita selama kampanye tapi lalu meninggalkan kita dengan kemacetan, pengangguran, jalan yang gelap, sampah di mana-mana, kejahatan luar biasa, narkoba," ujar Syafuan kepada wartawan, Senin (21/1).

Dia meyakini masyarakat mulai cerdas dalam pesta demokrasi. Masyarakat pemilih khususnya generasi milenial tidak serta merta menerima uang dari para caleg yang nantinya membiarkan dapilnya terbengkalai.

"Masyarakat mulai cerdas, dan menurut saya ketika masyarakat meletakkan pohon pisang di jalan yang tidak diperbaiki itu sekaligus menyampaikan ke temannya yang terima uang, dia (caleg) menang tapi tidak mengurus jalan karena merasa sudah bayar di depan," papar Syafuan yang juga direktur riset dan kebijakan Lembaga Kajian, Pengembangan dan Partisipasi Masyarakat.

Senada dengan Syafuan, Ahmad Sahroni selaku caleg petahana dari Partai Nasdem mengingatkan masyarakat untuk arif memilih wakil rakyat yang memperhatikan dapilnya.

"Uang memang penting tapi jangan juga kita diperbudak oleh uang sampai membutakan mata kita memilih wakil rakyat yang hanya mau dipilih tapi tidak mau memperhatikan dapil setelah terpilih," jelas Sahroni.

Sahroni mencontohkan, sebagai wakil rakyat yang terpilih dari Dapil Jakarta III, dirinya tak pernah melewatkan berbagai kesempatan untuk mengunjungi kembali daerah-daerah yang telah mengantarnya menduduki kursi DPR RI. Dengan bertatap muka secara lagsung, kepentingan masyarakat akan diketahui tanpa ditungangi pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

"Selama hampir lima tahun saya tidak pernah melewatkan jadwal reses, kunjungan kerja maupun sosialisasi empat pilar. Saya ingin mengetahui secara langsung persoalan masyarakat, saya bisa mendorong penyelesaian melalui komunikasi dengan Pemprov DKI ataupun DPRD," paparnya. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya