Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandi Terdiam Ketika Kiai Dan Santri Madura Memberikan Sumbangan Kampanye

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 19:49 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno terharu saat Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Amin Somber Telur di Pandiyangan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, KH Abdul  Malik  Nawawi memberikan sumbangan sebanyak lima juta rupiah.

Tak hanya itu, sumbangan juga mengalir dari para santri dan para tamu yang hadir dalam acara silaturahmi tersebut, sebanyak satu juta tujuh ratus ribu rupiah.

“Saya ini selalu terharu mendapatkan sumbangan langsung dari masyarakat. Apalagi ini diberikan langsung oleh pengasuh  ponpes dan para santri dan tamu yang hadir. Amanat ini tidak akan saya sia-siakan,” jelas Sandi yang sempat terdiam sesaat ketika diberikan uang dalam kantong plastik merah berisi pecahan Rp 2.000 hingga seratus ribu, seperti dilansir RMOLJatim, Minggu (20/1).


Sandi akan mewujudlan keinginan para kiai, santri dan habib yang memintanya untuk meningkatkan ekonomi umat dan santri melek usaha yang sedang dijalankannya dengan Gerak OK OCE dan Barisan Kiai dan Santri Nadhiyin (BKSN).

Sandi menegaskan Madura punya kekuatan potensi ekonomi yang bila dimanfaatkan bisa  mensejahterakan umat dan masyarakatnya. Yakni pemanfaatan energi surya.

“Sudah empat  kali saya ke Madura selama sosialisasi. Setiap ke sini,  matahari selalu bersinar terang. Ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan swasembada enerji. Pemanfaatan enerji ini diserahkan  kepada pesantren-pesantren yang ada di Madura. Para santri akan dididik menjadi teknisi tenaga surya, yang kita sebut santri surya,” ungkap Sandi.

“Jadi malam menggunakan PLN, siang menyimpan  listrik. Jika sudah terpenuhi enerji di pesantren, kelebihan tenaganya akan diberikan kepada masyarakat sekitar, ini esensi Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang memberikan berkah pada semesta alam,” demikian Sandiaga. [jto]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya