Berita

Abu Bakar Baasyir bersama Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Ba'asyir Dibebaskan, Dedi Mulyadi: Niat Ikhlas Pak Jokowi Jangan Diembeli Politik

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 14:21 WIB | LAPORAN:

Persetujuan Presiden Jokowi segera membebaskan Abu Bakar Ba'asyir dari jeruji besi di Lembaga Pemasyarakaran (LP) Gunungsindur, Kabupaten Bogor sepatutnya diapresiasi

Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta tidak mengkaitkan pembebasan Ba'asyir dengan kepentingan politik.

"Kita niatkan saja, apa yang dilakukan Pak Jokowi kepada Pak Abu Bakar Ba'asyir adalah niat ikhlas. Jangan diembeli oleh sebuah kepentingan politik," katanya disela kunjungannya ke kediaman Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Sukabumi, Sabtu (19/1) seperti dimuat RMOL Jabar.


Sebaliknya, menurut dia, ini keputusan sangat bijak dari presiden kepada orang tua yang sudah renta dan sakit-sakitan.

"Setelah beliau (Abu Bakar Ba'asyir) bisa istirahat di rumah bersama keluarga. Sikap kemanusiaan ini patut mendapat penghormatan dari semua pihak tanpa melihat aspek kasusnya," lanjut mantan bupati Purwakarta tersebut.

Ia menyadari pembebasan Ba'asyir bisa memancing polemik. Terlebih, Jokowi kerap dicitrakan dengan kasus kriminalisasi ulama.

"Kalau bicara stigma yang dibangun itu kan Jokowi mengkriminalisasi ulama. Nah, pertanyaannya, ulama yang mana yang dikriminalisasi. Pak Abu Bakar Ba'asyir ini diproses hukum saat zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Tapi Pak SBY tidak dikasih stigma kriminalisasi ulama," tutur Dedi.

Dedi berpendapat, kriminalisasi ulama sebetulnya hanya stigma politik. Jika terus dibiarkan, justru tidak akan baik sekaligus berdampak buruk terhadap citra Islam itu sendiri.
 
"Kalau namanya ulama ya ulamanya agama. Pilihan politik adalah hal yang berbeda," ucapnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya