Berita

Ma'ruf Amin, Joko Widodo, Arif Budiman, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Kisi-Kisi KPU Untuk Paslon Ternyata Gagal Mendidik Pemilih

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 10:10 WIB | LAPORAN:

Debat perdana yang berlangsung Kamis malam (17/1) lalu berakhir tanpa kebaruan dari masing-masing pasangan capres dan cawapres.

Setidaknya ini yang tergambar dari telesurvei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) bekerja sama dengan Katadata Insight Center (KIC) sebelum dan sesudah debat perdana Pilpres 2019 .

Hasil telesurvei menunjukkan 61,3 persen responden setuju tidak ada hal baru Jokowi tidak menawarkan hal baru dalam isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.


Sedangkan 54,1 persen responden menilai Prabowo juga tidak menawarkan hal yang baru.

Harapan pendidikan politik dengan memberikan kisi-kisi terhadap paslon ternyata tidak efektif dengan sedikitnya responden yang belajar hal baru dari debat perdana kemarin.

"KPU harus mempertimbangkan untuk tidak memberikan kisi-kisi pada debat selanjutnya karena ternyata tidak efektif mendidik pemilih seperti yang diharapkan,” jelas Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dalam rilisnya.

Telesurvei ini juga menunjukkan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno dipersepsikan mampu menjawab pertanyaan oleh 72,5 persen pemilih dibandingkan dengan lawannya, Ma'ruf Amin yang hanya 20,6 persen responden.

"Faktor Sandiaga ini memang lebih dominan dibandingkan Ma’ruf Amin. Sayangnya dalam debat, Sandiaga hanya mendapat porsi sekitar 20 persen saja," imbuh Kunto.

Data ini didapat dalam telesurvei Rabu (17/1) hingga Jumat Siang (19/1). Data panel responden berjumlah 2.499 orang yang diperoleh melalui teknik multistage random sampling dan telah diwawancara secara tatap muka pada tahun 2018. Dari jumlah ini hanya 463 responden atau 18,52 persen yang merespon telesurvei KedaiKOPI bersama KCI.

"Dengan demikian perlu kehati-hatian dalam menginterpretasikan dan megeneralisasi hasil survei ini terkait bias non-respon yang tinggi," terang Kunto

Lebih lanjut Kunto menyebutkan, 463 responden yang merespon pada wawancara pra debat, sebanyak 372 responden atau 80 persen mengatakan akan menonton debat. Namun setelah debat hanya 230 responden (49,7 persen) yang benar-benar menonton debat. Sisanya tidak jadi menonton debat karena faktor-faktor seperti mati listrik, harus bekerja, atau tertidur.

Survei pada 463 responden ini memiliki margin of error ±4,55 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya