Berita

Ahmad Zainuddin/Net

Politik

Kasus Freeport Nyata, Komitmen Empat Pilar Mestinya Diuji Di Ajang Debat Capres

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 08:36 WIB | LAPORAN:

Ajang debat calon presiden dan calon wakil presiden 2019 seharusnya juga menyertakan materi tentang Empat Pilar.

Wawasan dan komitmen para capres tentang pilar-pilar kebangsaan juga harus diuji.

"Selama ini Empat Pilar hanya disosialisasikan ke bawah. Bagaimana dengan para pejabat, elit dari kalangan pemerintahan bahkan calon presiden? Wawasan dan komitmen mereka juga harus diuji," ujar anggota MPR, Ahmad Zainuddin dalan rilis tertulisnya yang diterima redaksi.


Empat Pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Zainuddin, pemahaman dan komitmen kalangan pemerintahan dan elit politik rendah. Terutama, komitmen terhadap pelaksanaan UUD NRI 1945.

Dia mencontohkan, kebijakan pemerintah terhadap UU Minerba dalam kasus Freeport. Dalam kasus ini, terkesan banyak permainan antara pemerintah dengan Freeport. Sehingga wajar jika banyak kalangan menilai komitmen pemerintah terhadap NKRI, amanah Pancasila dan UUD NRI dalam masalah Freeport patut dipertanyakan.

"Pengelolaan minerba kita sangat liberal. Kasus paling nyata Freeport. Padahal UUD jelas mengamanahkan sumber daya alam dikelola negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Komitmen ini patut diuji dalam debat," tegas Zainuddin yang juga anggota Komisi IX DPR.

Lebih lanjut Zainuddin mengingatkan, penyelenggaraan Pemilu yang terbuka dan langsung setelah reformasi merupakan hasil amandemen terhadap UUD.

"Jadi Pilpres ini, yang mulai tahun ini serentak dengan pileg, adalah bagian dari demokratisasi melalui amandemen UUD. Ini perkembangan positif untuk bangsa kita," terangnya.

Karena itu sambung  Zainuddin, Pilpres harus betul-betul dipahami masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki keberpihakan terhadap UUD, Pancasila dan NKRI.

"Bukan sebatas ritual politik pergantian presiden. Masyarakat juga harus cerdas dan kritis untuk memilih kandidat yang memiliki kapabilitas dan integritas terhadap Pancasila dan UUD," tutupnya.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya