Berita

Hendri Satrio/Net

Politik

Jokowi Harus Jelaskan Kenapa Ba’asyir Dibebaskan

SABTU, 19 JANUARI 2019 | 21:24 WIB | LAPORAN:

Pembebasan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir teru menuai kontroversi. Apalagi, hal itu dilakukan saat masa Pilpres 2019.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai pembebasan itu memang menimbulkan banyak spekulasi publik. Untuk itu, Jokowi harus memberi penjelasan secara komprehensif mengenai alasan pembebasan Ba’asyir.

“Pembebasan tentang Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bukan hanya masalah politiknya, tetapi juga masalah terorismenya karena labelnya ustaz di terorisme, jadi harus dijelaskan ke publik kenapa harus dibebaskan?” ujar co-founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedaikopi) itu di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).


Selain itu, Jokowi harus bisa memastikan tidak ada tujuan politik di balik pembebasan tersebut. Banyak anggapan, Ba’asyir dibebaskan dalam rangka mengambil hati kelompok Islam.

"Maka Pak Jokowi harus menjelaskan. Tidak boleh Yusril (penasihat hukum) harus Jokowi," tutup pria yang akrab disapa Hensat itu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya