Berita

Politik

Mendag Impor Pangan, Petani Di Pedesaan Tidak Akan Memilih Jokowi

SABTU, 19 JANUARI 2019 | 10:31 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait kebijakan impor diyakini bakal menggerus elektabilitas petahana pada Pilpres tahun 2019.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat mengatakan, kebijakan impor pangan sangatlah merugikan petani karena diterbitkan pada masa panen raya. Petani pun tidak diuntungkan karenanya.

"Itu (impor pangan) menyengsarakan petani," ujar Syafti saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/1).


Saat debat pertama Kamis malam, Calon Presiden 02, Prabowo Subianto mengaku bingung dengan perbedaan data pangan yang disajikan pemerintah. Pasalnya, kementerian terkait tidak memiliki data yang sama dalam menentukan kebijakan impor khususnya impor pangan beras dan gula.

Misalkan data dari Kementerian Pertanian dan Perum Bulog menyebutkan Indonesia tidak perlu impor. Namun di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag) malah melakukan kebijakan mengimpor pangan dengan jumlah yang banyak.

Jokowi menegaskan, perbedaan pendapat di antara menteri merupakan hal yang biasa. Bahkan dia mempersilakan hal itu terjadi. Tapi Jokowi menggarisbawahi, bahwa dalam sebuah rapat telah diputuskan suatu keputusan, maka semua akan menaatinya.

Terkait itu, kata Syafti, Jokowi secara tak langsung sudah mengakui bahwa dirinya telah melakukan impor pangan. Dengan demikian diyakininya pada Pilpres nanti, mayoritas petani tidak akan memilih paslon 01.

"(Pernyataan Jokowi itu) sangat berpengaruh. Dukungan kaum tani di pedesaan kepada Jokowi akan merosot tajam," pungkas aktivis yang akrab disapa Uchok ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya