Berita

Doni Monardo/Net

Politik

Sepekan Yang Super Sibuk Untuk Kepala BNPB Doni Monardo

SABTU, 19 JANUARI 2019 | 09:58 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

. Letnan Jenderal TNI Doni Monardo baru 10 hari menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada hari Rabu 9 Januari 2019.

Tak perlu menunggu waktu yang lama, dua hari setelah dilantik Doni langsung turun ke lapangan untuk melakukan roadshow atau bersafari mengunjungi berbagai lokasi-lokasi yang terkena dampak bencana alam.


Diawali hari pada hari Jumat pekan lalu (11/1), Doni mengunjungi lokasi bencana alam longsor di Cisolok, Sukabumi.

Keesokan harinya (Sabtu 12/1), Mantan Danjen Kopassus ini sudah berada di Banten untuk mengunjungi sejumlah lokasi, diantaranya Tanjung Lesung yang diterjang tsunami pada tanggal 22 Desember 2018.

Lanjut lagi pada hari Minggu (13/1), Doni dan rombongannya sudah berada di Lampung Selatan yang juga terkena terjangan tsunami akhir Desember 2018.

Di awal pekan ini, Doni kembali sejenak ke ibukota, antara lain untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan membahas mengenai penanggulangan bencana di Indonesia.

Kemudian, Doni menyempatkan diri untuk beraudiensi dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Kemudian, menjelang akhir pekan ini Kepala BNPB Doni Monardo mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk meninjau lokasi pembangunan Hunian Sementara (Hutara) bagi para korban bencana alam gempa bumi.

Lalu terbang ke Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengunjungi kelanjutan pembangunan Hutara bagi para korban bencana alam tsunami yang menerjang wilayah Donggala, Sigi dan Palu beberapa bulan lalu.

Jadi, pekan ini adalah pekan yang super sibuk untuk Kepala BNPB yang baru.

Mungkin bagi jajaran BNPB, dibutuhkan energi besar untuk menyesuaikan diri dengan hadirnya pimpinan baru model Doni Monardo.

Ketangguhan dan kesigapan Doni di lapangan adalah sesuatu yang wajar.

Ia seorang prajurit TNI yang mendapat penugasan baru mengurusi sebuah badan nasional yang tugas pokoknya membantu rakyat Indonesia yang terkena musibah bencana alam.

Wajar jika sepekan ini Doni melakukan pemetaan atau mapping tentang wilayah mana saja yang harus didorong percepatan pembangunam sarana dan pra sarana untuk para korban bencana.

Ia sampaikan hal-hal yang memang harus dilakukan di lokasi-lokasi yang terkena dampak bencana.

Para nelayan di Lampung, yang sebelumnya sudah meminta pertolongan dari Presiden untuk diberi kapal baru, kembali mengulangi permohonan mereka saat Kepala BNPB berkunjung ke Lampung Selatan pada akhir pekan lalu.

Doni langsung merespons dengan sangat baik permohonan para nelayan.

"Tolong diajukan secepatnya ke BNPB, apa saja yang dibutuhkan, alat pancing, perahu, apalagi? Ajukan saja proposal, nanti BNPB akan bantu," kata Doni Monardo di Lampung Selatan pada akhir pekan lalu.

Atensi dan cara menanggulangi bencana alam, tak cukup dan jangan hanya berhenti saat mengunjungi lokasi bencana.

Apa yang dibutuhkan para korban, itulah yang harus dibantu dan dipenuhi oleh Pemerintah.

Kepada siapa lagi rakyat bisa meminta tolong, kalau bukan kepada pemerintahnya?

BNPB, di bawah kepemimpinan Letjen Doni Monardo, semoga terus bersemangat dan bekerja secara luar biasa hebat untuk membantu para korban, serta menangani setiap dampak bencana alam yang merobek dan meluluh-lantakkan sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia. [***]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya