Berita

Politik

Din Syamsuddin: Debat Pilpres Belum Menyentuh Substansi

SABTU, 19 JANUARI 2019 | 09:18 WIB | LAPORAN:

. Rakyat diharapkan dapat mengetahui apa yang menjadi pemikiran dan perasaan pasangan calon terhadap solusi atas permasalahan bangsa dari berlangsung debat pilpres.

Demikian disampaikan Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Din Syamsuddin menanggapi debat perdana capres dan cawapres, di kediaman Duta Besar Jepang Masafumi Ishii di di JI. Daksa V No. 82-84, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/1) malam.

"Karena kita memerlukan Indonesia ke depan ini pemimpin-pemimpin yang otentik, pemimpin-pemimpin yang tulus, dan itu akan kelihatan sekali pada debat. Tapi kalau prosedur dan mekanisme berdebat seperti itu (debat perdana) tidak akan tercapai," kata Din.


Dia menuturkan seharusnya kedua pasangan calon menjelaskan apa yang menjadi pikirannya seperti visi-misi dan rencana kebijakan.

"Katakanlah debat awal apa yang jadi permasalahan bangsa, ya memang kemudian dibagi di dalam topik-topik seperti tentang penegakan hukum, hak asasi manusia maupun terorisme dan lain-lain itu, boleh-boleh saja. Tapi besarannya bagaimana mereka akan membawa bangsa ini dan terutama mengacu kepada cita-cita bangsa, jangan keluar dari situ," lanjut mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini.

"Kemudian topik-topik itukan derivatif, turunannya, penjabarannya, nah mudah-mudahan ini bisa direvisi ke depannya," tambah Din.

Sebelumnya, kata dia, dalam debat perdana Kamis malam berlangsung tidak menyentuh substansi. Selain itu, dia juga kecewa dengan kisi-kisi pertanyaan yang dibocorkan KPU.

"Kisi-kisi pertanyaan mendegradasi kualitas demokrasi, ini kali berapa kita pemilu debat masa mundur ke belakang kalau dibocorkan soalnya. Dan akhirnya bukan pikiran sang paslon tapi pikiran tim sukses," tutup Din Syamsuddin. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya