Berita

Din Syamsuddin/RMOL

Politik

Din Syamsuddin: Ujian SD Saja Tidak Boleh Nyontek, Masa Debat Pilpres Boleh

SABTU, 19 JANUARI 2019 | 04:54 WIB | LAPORAN:

Ketidakpuasan terhadap format debat calon presiden-wakil presiden marak disuarakan. Kali ini giliran mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang melontarkan kritik.

"Saya kira KPU harus mengevaluasi dan memperbaiki sehingga debat-debat selanjutnya lebih baik," ungkap Din saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di kediaman dinas Duta Besar Jepang Masafumi Ishii di Jalan Daksa V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/1) malam.

Din antara lain berharap pada debat-debat selanjutnya pertanyaan untuk capres-cawapres tidak dibocorkan terlebih dahulu.


"Seharusnya jangan ada bocoran soal. Untuk ujian tingkat SD saja tidak boleh membocorkan soal dan tidak boleh nyontek. Masa debat tingkat presiden seperti itu?" kata Din Syamsuddin.

Secara umum Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) itu menilai debat pertama kurang berkualitas. Menurutnya apa muncul dan berkembang di dalam debat tidak menyentuh substansi.

Debat tidak berkualitas, kata Din, karena pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak menampilkan visi misi secara utuh.

"Saya kira untuk debat capres cawapres di sebuah negara besar Indonesia, hal-hal personal itu menunjukkan kurang mutu, dan juga apa yang dipikiran masing-masing (paslon) kurang tersampaikan kepada rakyat," tandasnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya