Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Majelis Zikir Annisa Doakan Pemilu 2019 Damai Dan Lancar

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 22:43 WIB | LAPORAN:

Situasi politik yang semakin berkembang menjelang Pilpres 2019 menjadi perhatian sejumlah pegiat dakwah.

Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat lebih dewasa dan bijaksana menyikapi program yang ditawarkan masing-masing calon presiden.

Hal itu tidak luput dari perhatian Yayasan Majelis Zikir Annisa Nurul Salam pimpinan Tuti Tanoedjiwa di Jakarta. Dalam pandangannya, Tuti melihat perseteruan politik semakin krusial karena masing-masing kubu pendukung capres saling mencari kelemahan lawan. Ditambah perkembangan media sosial yang semakin memperkeruh suasana.


Oleh karena itu, Tuti mengajak masyarakat agar lebih dewasa dan cerdas dalam menyikapi setiap perkembangan dan informasi yang ada. Dia berharap masyarakat agar bijak dalam berpolitik dan mendoakan agar pilpres dan pileg berjalan lancar dan damai serta menghasilkan perubahan bagi bangsa Indonesia.

"Bahwa kita ingin mengadakan perubahan untuk NKRI, memang kita rasakan bagaimana sulitnya kehidupan ini. Walaupun pada kenyataannya ini selesai, itu selesai tapi nyatanya kami kalangan bawah tidak selesai khususnya dalam bidang ekonomi. Kami di sini mengadakan taklim rutin tiap bulan untuk mendoakan khusus supaya nanti berjalannya pilpres ini bisa berjalan lancar," papar saat Gelar Doa Pemilu Damai 2019 di Majelis Zikir Annisa Nurul Salam, Jakarta, Jumat (18/1).

Dia menambahkan, doa bersama yang digelar supaya ada perubahan bagi bangsa dan negara untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.

"Karena kita melihat kondisi saat ini memang ada beberapa perubahan tapi belum merata pada akar masalah," kata Tuti. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya