Berita

Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat debat perdana/RMOL

Politik

DEBAT PILPRES

Jokowi Menutup Masalah Besar Korupsi

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 10:30 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ada ketidaksinambungan pandangan terkait kerja-kerja pemberantasan korupsi yang disampaikan Joko Widodo dalam debat capres-cawapres tadi malam.

"Selain sistem, persoalan korupsi juga merupakan persoalan mental aparatur negara. Proses rekruitmen sudah terbuka tapi korupsi masih banyak," kata politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Ahmad Yani kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/1).

Penegakan hukum terhadap kejahatan korupsi, menurut dia, perlu dilakukan tidak hanya sebatas pada persoalan hilir semata. Sebab, korupsi melibatkan elit politik. Pokok utama korupsi adalah perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha yang coba dilegitimasi dengan menggunakan hukum dan peraturan perundang-undangan.


Sebagai kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime, tambah dia, korupsi tidak akan hilang jika jalan yang ditempuh untuk memberantasnya hanya dengan melakukan rekruitmen di semua lini secara terbuka seperti disampaikan Jokowi dalam debat.

"Korupsi masalah perampokan uang negara. Dan menurut saya persoalan korupsi harus diselesaikan dengan kebijakan presiden yang tegas," katanya.

Ahmad Yani mengatakan selama 4 tahun memimpin Jokowi tidak menunjukkan sikap yang jelas dalam pemberantasan korupsi. Nampak jelas misalnya terkait kasus penyerangan yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga sebelah matanya mengalami kebutaan.

"Tim pencari fakta dibentuk Polri, bukan presiden. Seharusnya presiden punya sikap memperkuat KPK kalau serius ingin memberantas korupsi. Tapi selama ini Presiden hanya mengatakan menyerahkan semua urusan ke KPK. Sekarang tiba waktunya ditanyakan janji itu, presiden tidak cukup alasan. Lalu kemana arah pemberantasan korupsi kalau presiden tidak punya sikap?" tutur caleg DPR RI dapil Jakarta 1 ini.

Dia melihat pandangan Jokowi itu berbahaya. Itu berarti Jokowi mau menutup persoalan besar korupsi. Korupsi di bidang hukum, sumber daya, dan permainan di sumber-sumber ekonomi besar negara tidak menjadi perhatian menarik dan dia malah mengajak semua untuk sibuk dengan urusan-urusan kecil.

"Masalah korupsi tidak bisa diselesaikan dengan perekrutan terbuka. Justru yang memungkinkan adalah dengan meningkatkan kesejahteraan Aparat Sipil Negara," tukas Ahmad Yani merujuk pandangan yang disampaikan capres nomor urut 02 Prabawo Subianto di dalam debat.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya