Berita

Amien Rais/Net

Politik

Pernyataan Amien Rais Soal Jokowi Ini Dilaporkan Ke Bawaslu

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 08:55 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Pernyataan mantan Ketua MPR Amien Rais yang menyebut akan  menjadikan bebek lumpuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) berujung pada pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Amien Rais dilaporkan Jaringan Advokat Pengawas NKRI (JAPRI) dengan dalih dugaan pelanggaran kampanye.

"Kemarin kita sudah laporkan," ujar Anggota Jaringan Advokat Pengawas NKRI (JAPRI) Wido Darma, sesaat lalu (Jumat, 18/1).


Sebelumnya, Amien Rais punya kepercayaan diri yang besar dalam Pilpres 2019 ini. Dia meyakini pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi pemenangnya.

"Insya Allah dengan doa dan usaha kita, pada Magrib 17 April 2019 kita akan adakan syukuran dan Prabowo-Sandi akan dilantik 20 Oktober 2019," ujar Amien Rais.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu optimistis capres dan cawapres 02 ini menjadi pemenang jika tak ada kecurangan. Amien Rais melanjutkan, pihaknya akan menjadikan Jokowi sebagai bebek lumpuh karena kalah dari Prabowo-Sandi.

“Selama rentang waktu 17 April sampai 20 Oktober 2019 itu kita jadikan Pak Joko Widodo seperti bebek lumpuh, karena sudah pasti kalah" kata Amien  di diskusi 'Refleksi Malari, Ganti Nakhoda Negeri?” yang digelar Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).
.

Selain itu, Wido menegaskan, ucapan Amien Rais dapat menimbulkan konfik horisontal di tengah masyarakat.

Karenanya, sambung Wido, Jaringan Advokat Pengawal NKRI berharap ke depan materi yang disampaikan sejumlah tokoh di kedua kubu capres-capares harus dilandasi dengan semangat menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.

"Caranya, menjaga dan meningkatkan moralitas agama dan jati diri bangsa, meningkatkan kesadaran hukum dengan memberikan Informasi yang benar dan menjalin komunikasi yang sehat antarpasangancalon," demikian Wido. [jto]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya