Berita

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Jubir TKN: Taktik Prabowo Gagal Total Giring Opini Ke Isu Ekonomi

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 07:57 WIB | LAPORAN:

Penampilan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno dalam debat tadi malam dinilai blunder, klise, dan miskin gagasan.

Prabowo khususnya dinilai hanya menawarkan uang sebagai solusi masalah bangsa.

Jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengkritisi pernyataan-pernyataan Prabowo.


Ia ingat saat debat Pilpres 2014 lalu, Prabowo getol melontarkan istilah bocor, bocor, bocor. Tapi pada debat semalam Prabowo menyederhanakan masalah dengan uang.

"Prabowo hanya bisa bicara uang, uang, uang," ujar Ace melalui keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/1).

Hal itu terkesan jelas menurut dia, ketika Prabowo berbicara tentang akar masalah penegakan hukum, perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), pemberantasan terorisme dan korupsi fokus pada penghasilan hakim, jaksa dan polisi.

"Tujuan Prabowo-Sandi untuk membawa ke masalah penghasilan aparat hukum agar mereka ingin leluasa menggiring opini ke isu ekonomi terutama soal harga dan lapangan pekerjaan. Ini makin terlihat ketika Sandi selalu mengangkat isu lapangan pekerjaan," terang wakil ketua Komisi VIII DPR ini.

Sebaliknya, lanjut Ace, meski terus diserang Jokowi sama sekali tidak terpancing dengan taktik Prabowo-Sandi itu. Alhasil, pernyataan pembuka maupun respon Jokowi lebih komprehensif, dengan mengangkat isu pembentukan Badan Legislasi Nasional.

Dengan pembentukan badan ini, ia menilai berpendapat, Jokowi justru ingin menjawab persoalan regulasi yang tumpah tindih, menekankan pembangun sistem untuk menutup peluang korupsi, rekruitmen dengan sistem merit serta meningkatkan pengawasan.

"Ini memperlihatkan taktik Prabowo-Sandi gagal total," simpulnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya