Berita

Prabowo Subianto dan Joko Widodo saling hormat pasca Pilpres 2014/net

Politik

Jokowi Dan Prabowo Berdebat Tentang Perempuan

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 21:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Capres incumbent, Joko Widodo, menyerang Partai Gerindra bentukan Prabowo Subianto. Serangan Jokowi menimbulkan perdebatan tentang perempuan di antara mereka.

Berawal dari saat Jokowi diberi kesempatan bertanya kepada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam sesi debat perdana Pilpres 2019 bertema hukum, HAM, korupsi dan terorisme, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis malam (17/1). Jokowi mempertanyakan porsi perempuan di Partai Gerindra.

"Dalam visi misi, bapak menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berperspektif gender dan pemberdayan perempuan. Tapi dalam struktur kepengurusan partai yang bapak pimpin, posisi strategis semua laki-laki. Bagaimana bapak menjawab inkonsistensi ini?" tanya Jokowi kepada Prabowo.


Bagaimana jawaban Prabowo? Ia mengakui bahwa Partai Gerindra yang dibangunnnya merupakan partai muda dan masih baru dalam perpolitikan Indonesia.

"Kurang lebih 10 tahun, pada saat penyusunan kami memilih dan menunjuk siapa yang paling pertama dan mau untuk muncul tapi di eselon-eselon, punya waketum Ibu Rachmawati Soekarnoputri, beberapa wakil ketua umum, sayap partai Perempuan Indoesia Raya," terangnya.

Ia mengklaim bahwa Gerindra mempunyai porsi terbanyak perempuan dalam susunan caleg untuk Pemilihan Umum 2019.

"Mungkin lebih banyak dari semua partai. UU memerintahkan 30 persen, kami mendekati 40 persen. Kami mengakui ini suatu perjuangan dan kami belum puas, tapi kami membuka peluang untuk emak-emak bergerak," terangnya.

"Pendukung kami paling keras adalah emak-emak di seluruh Indonesia," tambahnya.

Jokowi merespons jawaban Prabowo. Ia menyombongkan susunan kabinetnya yang diisi banyak menteri perempuan. Namun soal ini pun Prabowo punya jawaban lagi. Ia menyebut, ada menteri perempuan Jokowi yang kebijakannya merugikan kepentingan rakyat.

"Oke, kita hitung jumlah (perempuan). Tapi kalau bicara output (hasil), kita bisa bicara dan berdebat lebih lama lagi," sanggah Prabowo.

Menurut dia, yang terpenting adalah memberi kesempatan kepada kaum perempuan yang cakap dan pro rakyat.

"Saya tak akan membanggakan hanya karena perempuan. Kalau perempuan tidak membela rakyat, maka tak perlu dibanggakan," tegasnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya