Berita

Jansen Sitindaon/Net

Politik

Ide Awal Prabowo-Sandi Ubah Visi Misi Muncul Dari Ketua KPU

SENIN, 14 JANUARI 2019 | 00:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyayangkan sikap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman yang mencla-mencle.

Hal ini berkaitan dengan permohonan revisi visi-misi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang ditolak KPU.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menjelaskan, ide awal atau latar belakang pihaknya mengubah visi misi calon presiden dan wakil presiden adalah pernyataan Arief Budiman.


Dia kemudian menukil pemberitaan media online yang isinya pernyataan Arief mempersilakan pasangan calon untuk mengubah visi misi sebelum debat digelar. Perubahan itu dipersilakan lantaran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta visi misi calon harus sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang.

“Jadi dalam berita dikatakan hari terakhir untuk mengubah visi dan misi itu satu hari sebelum debat. Artinya kalau debat tanggal 17 besok, maka tanggal 16 itu sesungguhnya masih boleh mengubah visi dan misi,” jelas Jansen dalam diskusi di sebuah TV swasta nasional, Sabtu (12/1) lalu.

Jansen kecewa dengan KPU karena dengan cepat berubah pikiran. Sebab, saat mereka mengajukan perubahan visi misi, KPU menolak. Alasannya, karena masa revisi sudah berakhir saat tahapan kampanye dimulai.

“Jika kini mereka bilang visi misi tidak boleh, kami sebagai peserta pemilu ini harus pegang omongan siapa? Ketua kalian bilang visi misi boleh diubah sebelum debat, kami sudah ajukan, tapi kemudian kalian tolak,” tutupnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya