Berita

Foto: Net

Politik

Balada Alumni “Nasi Bungkus” UI For Jokowi

MINGGU, 13 JANUARI 2019 | 19:14 WIB

DEKLARASI Alumni UI for Jokowi yang diselenggarakan di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta  Sabtu (12/1) banjir ledekan dan kecaman.  

Tersebarnya sejumlah video yang menunjukkan adanya pengerahan massa bayaran.  Massa yang  didandani dengan kaus kuning “alumni UI,”  menjadi bahan ledekan dan hiburan yang menyegarkan di medsos. Mereka inilah yang disebut sebagai alumni “nasi bungkus” UI.

Ada juga yang menyebut mereka adalah alumni UI cabang Cibitung, Bekasi. Beberapa ibu-ibu yang sedang menikmati nasi bungkus, ketika ditanya mengaku berasal dari Cibitung. Tampilannya sebagai mantan mahasiswi, apalagi perguruan tinggi bergengsi sekelas UI, tidak cukup meyakinkan.


Di video lain pendiri pro Jokowi (Projo)  Budi Arie Setiadi terlihat sedang memberikan pengarahan bagaimana nantinya para “alumni UI” ini meneriakkan yel-yel dukungan kepada Jokowi.

Sangat janggal ada alumni UI kok untuk meneriakkan yel-yel saja harus diarah-arahkan. Seorang mantan aktivis UI Hidayat Matnoer yang sangat malu melihat kenyataan ini sampai menulis begini:

“Jelas sekali, di hadapan Budi Arie (Muni) tersebut bukanlah ciri alumni UI yang cerdas dan terdidik. Melainkan satu massa yang sudah diberi nasi bungkus, berkondisi ngantuk dan dilabeli kaos Alumni UI dan urgen di-briefing tentang kegiatan di tempat tidak jauh dari panggung utama. Sungguh penipuan dan memalukan.”
 
Di media sosial beredar somasi dari Ikatan Alumni UI (Iluni), karena deklarasi kemarin mengatasnamakan alumni UI. Mereka marah karena nama besar UI sebagai kampus perjuangan  dilecehkan.

Acara di GBK itu benar diselenggarakan oleh sejumlah alumni UI. Tapi yang hadir jumlahnya hanya sedikit. Kalah jauh dengan jumlah pasukan nasi bungkus.

Inisiatornya antara lain Musisi Adhie MS, dan Jay Subiyakto. Panggungnya di desain warna kuning, warna kebesaran UI. Mayoritas yang datang juga mengenakan kaus warna kuning.

Di antara yang hadir terlihat mantan wartawan Kompas Satrio Arismunandar. Pendiri Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) ini secara mengejutkan telah lama bertransformasi menjadi salah satu pendukung Jokowi garis keras.

Sangat menyedihkan kalau ada figur idealis model Satrio kemudian harus bercampur baur dengan pasukan nasi bungkus. Lebih memprihatinkan lagi dia juga membiarkan kedunguan itu terjadi di depan matanya. Sudah gak masuk nalar sehat.

Saya jadi teringat seorang teman yang bercanda. Di dunia ini ada dua orang yang sangat sulit diingatkan. Susah membedakan mana yang benar, dan mana yang salah. Pertama, orang yang sedang jatuh cinta. Kedua, para pendukung Jokowi. Bakal lebih sulit lagi mengingatkan, para pendukung Jokowi yang sedang jatuh cinta.

Sangat disayangkan bila para pendukung Jokowi modelnya seperti itu. Dia hanya diberi angin surga. Seakan massa pendukungnya sangat besar, padahal mereka massa bayaran.

Seakan Jokowi didukung oleh Iluni, padahal sesungguhnya itu hanya sebuah ilusi! The End. [***]

Djadjang Nurjaman
Pengamat Media dan Ruang Publik    

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya