Berita

Foto/Net

Nusantara

Tanggap Darurat Tujuh Hari Pasca Puting Beliung Merusak Ratusan Rumah Di Rancaekek

SABTU, 12 JANUARI 2019 | 21:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Penanganan dampak puting beliung yang menerjang Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat kemarin (11/1) terus dilakukan.

Untuk memudahkan penanganan, bupati Bandung telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari pada 12-18 Januari.

"Status tanggap darurat ditetapkan agar ada kemudahan akses karena dampaknya cukup besar," kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan.


Dia menjelaskan, hingga Sabtu sore, dampak puting beliung mengakibatkan satu orang luka berat, 15 orang luka ringan dan 82 kepala keluarga mengungsi. Tercatat, sebanyak 640 unit rumah mengalami rusak.

TRC BPBD Kabupaten Bandung telah mendirikan satu unit tenda pengungsi, menyalurkan 80 unit family kit dan empat tangki air bersih. Dinas Sosial Kabupaten Bandung mendirikan dapur umum dan satu unit tenda pengungsi.

"Korban luka ringan sudah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan satu orang korban luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin," ujar Sutopo.

BNPB mencatat, puting beliung juga terjadi di beberapa daerah seperti Wonogiri, Karanganyar, Cepu, Boyolali, dan Yogyakarta.

"Meski dampak yang ditimbulkan tidak banyak namun penanganan darurat masih dilakukan oleh BPBD dan aparat lain khususnya penanganan pohon tumbang, perbaikan rumah, bantuan logistik dan lainnya kepada masyarakat terdampak," demikian Sutopo. [wah]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya