Berita

Politik

Pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Hanya Pencitraan

SABTU, 12 JANUARI 2019 | 16:13 WIB | LAPORAN:

Surat tugas Presiden Joko Widodo soal pembentukan tim gabungan untuk mengusut kasus teror kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan dinilai hanya pencitraan.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengaku yakin kalau surat yang diterbitkan sebagai tindak lanjut rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) itu karena momentum politik yang diawali desakan masyarakat, DPR RI dan janji Jokowi sendiri.

"Karena desakan masyarakat dan berbagai komponen," katanya kepada wartawan usai diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (12/1).


Neta menduga, penerbitan surat itu hanya pencitraan dari pihak kepolisian dan Jokowi. Yang mana, surat tugas mengesankan bahwa polisi maupun pemerintah sangat serius ingin mengungkap teror yang menimpa Novel Baswedan tahun 2017 lalu.

"Pembentukan tim ini sarat dengan tahun politik sehingga sarat dengan pencitraan. Pencitraan untuk polisi maupun Jokowi," bebernya.

Karena hanya pencitraan, Neta mengaku yakin kalau tim tersebut tidak akan mampu mengungkap pelaku dan dalang aksi penyiraman air keras terhadap Novel.

"Seolah-olah kesannya serius, tapi percayalah itu tidak akan terungkap," imbuhnya. [wah] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya